AI summary
Figma berhasil merevolusi industri desain dengan perangkat lunak berbasis browser. Investasi awal yang dilakukan oleh Wil Griffith di Figma menunjukkan pentingnya kepercayaan terhadap visi pendiri. IPO Figma adalah langkah penting dalam perjalanan perusahaan, tetapi bukan akhir dari pertumbuhan mereka. Will Griffith adalah investor ventura yang baru bekerja dua bulan ketika ia bertemu Dylan Field, pendiri Figma, sebuah startup software desain berbasis browser yang unik. Pertemuan ini menjadi awal investasi penting di perusahaan yang kemudian menjadi sangat sukses.Figma menghadirkan teknologi inovatif yang memungkinkan manipulasi gambar secara realtime di browser, yang pada saat itu sangat berbeda dan dianggap revolusioner dibandingkan software desktop seperti Adobe. Meski awalnya diragukan oleh beberapa investor besar, termasuk Alexis Ohanian, Griffith tetap percaya pada potensi perusahaan.Perusahaan mengumpulkan dana sekitar $332 juta dari berbagai putaran pendanaan, termasuk dari Iconiq yang menjadi salah satu investor awal dan terus mendukung Figma selama bertahun-tahun tanpa menjual sahamnya sampai IPO.Saat IPO, saham dibuka pada harga $33 dan melonjak hingga $115,5 dengan nilai pasar mencapai $47 miliar. Permintaan saham sangat tinggi hingga IPO kelebihan subskripsi 40 kali lipat, menunjukkan minat besar dari investor global.Meskipun IPO adalah pencapaian besar, Griffith memandangnya bukan sebagai akhir melainkan sebagai milestone. Ia tetap bangga dengan visi dan semangat pendiri Figma, dan berencana melanjutkan perannya sebagai investor dan pendukung startup baru di masa depan.
Investasi awal Will Griffith di Figma menunjukkan pentingnya visi dan keberanian untuk mendukung ide yang belum terbukti namun inovatif. IPO yang sangat sukses ini menegaskan bahwa pasar menghargai perusahaan teknologi yang mengedepankan nilai dan komunitas penggunanya, bukan hanya ukuran finansial semata.