Perjalanan Investasi Awal dan Sukses Besar IPO Startup Desain Figma
Bisnis
Startup dan Kewirausahaan
01 Agt 2025
236 dibaca
1 menit
Rangkuman 15 Detik
Figma berhasil merevolusi industri desain dengan perangkat lunak berbasis browser.
Investasi awal yang dilakukan oleh Wil Griffith di Figma menunjukkan pentingnya kepercayaan terhadap visi pendiri.
IPO Figma adalah langkah penting dalam perjalanan perusahaan, tetapi bukan akhir dari pertumbuhan mereka.
Will Griffith adalah investor ventura yang baru bekerja dua bulan ketika ia bertemu Dylan Field, pendiri Figma, sebuah startup software desain berbasis browser yang unik. Pertemuan ini menjadi awal investasi penting di perusahaan yang kemudian menjadi sangat sukses.
Figma menghadirkan teknologi inovatif yang memungkinkan manipulasi gambar secara realtime di browser, yang pada saat itu sangat berbeda dan dianggap revolusioner dibandingkan software desktop seperti Adobe. Meski awalnya diragukan oleh beberapa investor besar, termasuk Alexis Ohanian, Griffith tetap percaya pada potensi perusahaan.
Perusahaan mengumpulkan dana sekitar Rp 5.54 triliun ($332 juta) dari berbagai putaran pendanaan, termasuk dari Iconiq yang menjadi salah satu investor awal dan terus mendukung Figma selama bertahun-tahun tanpa menjual sahamnya sampai IPO.
Saat IPO, saham dibuka pada harga Rp 551.10 ribu ($33) dan melonjak hingga Rp 19.29 juta ($115,5) dengan nilai pasar mencapai Rp 784.90 triliun ($47 miliar) . Permintaan saham sangat tinggi hingga IPO kelebihan subskripsi 40 kali lipat, menunjukkan minat besar dari investor global.
Meskipun IPO adalah pencapaian besar, Griffith memandangnya bukan sebagai akhir melainkan sebagai milestone. Ia tetap bangga dengan visi dan semangat pendiri Figma, dan berencana melanjutkan perannya sebagai investor dan pendukung startup baru di masa depan.
Analisis Ahli
Mary Meeker
Figma adalah contoh sempurna dari startup teknologi yang menggabungkan inovasi teknis dan komunitas kuat untuk mencapai valuasi pasar besar.Marc Andreessen
Investasi awal di perusahaan seperti Figma menunjukkan bagaimana fokus pada produk dan pengguna dapat mengalahkan dominasi pemain lama.