Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Kenapa Harga IPO Figma Rendah Padahal Sahamnya Melonjak Tajam?

Finansial
Investasi dan Pasar Modal
YahooFinance YahooFinance
04 Agt 2025
262 dibaca
2 menit
Kenapa Harga IPO Figma Rendah Padahal Sahamnya Melonjak Tajam?

Rangkuman 15 Detik

Figma mencatatkan lonjakan harga saham yang signifikan pada debut IPO-nya.
Keputusan penetapan harga IPO dipengaruhi oleh keinginan untuk menarik investor jangka panjang.
Kritik terhadap proses IPO menunjukkan perlunya perbaikan dalam penetapan harga saham.
Figma Inc. melakukan penawaran umum perdana (IPO) dimana harga sahamnya melonjak 250% pada hari pertama, rekor tertinggi untuk IPO bernilai lebih dari Rp 16.70 triliun ($1 miliar) . Lonjakan ini membuat para investor awal mendapatkan keuntungan besar, namun menimbulkan pertanyaan apakah harga IPO tersebut terlalu rendah. Keputusan untuk menetapkan harga saham di Rp 551.10 ribu ($33) per lembar disetujui oleh CEO Figma, Dylan Field, yang ingin melibatkan investor institusional jangka panjang. Investor tipe ini dianggap menarik karena biasanya lebih stabil dan fokus pada nilai fundamental perusahaan. Beberapa pengamat terkenal, seperti venture capitalist Bill Gurley, mengkritik proses IPO ini sebagai tidak efisien dan menyarankan metode direct listing untuk menghindari potensi kerugian nilai bagi perusahaan. Gurley menunjukkan bahwa proses tradisional sering meninggalkan margin keuntungan yang bisa didapat perusahaan. Jumlah saham yang dilepas oleh Figma juga tergolong kecil, hanya sekitar 7% dari seluruh saham beredar, membuat sebagian besar saham tetap dipegang oleh pemegang lama dan membatasi kesempatan bagi investor ritel untuk mendapatkan saham secara signifikan. Hal ini memicu beberapa keluhan dari investor retail di platform seperti Robinhood. Pengamat menyebutkan bahwa meskipun terjadi lonjakan harga saham, keputusan Figma sudah tepat dalam konteks menarik investor berkualitas dan menjaga reputasi perusahaan. Namun, valuasi yang sangat tinggi menunjukkan potensi risiko volatilitas di masa depan jika kinerja perusahaan tidak sesuai ekspektasi.

Analisis Ahli

Bill Gurley
Proses IPO tradisional seringkali meninggalkan nilai besar di meja karena harga saham yang ditetapkan terlalu rendah; direct listing bisa menjadi solusi untuk efisiensi pasar yang lebih baik.