TLDR
Meta berinvestasi besar-besaran dalam pengembangan AI dan superintelligence. Zuckerberg memiliki visi untuk menjadikan AI sebagai alat pemberdayaan pribadi, bukan pengganti pekerjaan. Rekrutmen talenta AI menjadi tantangan karena banyak peneliti mencari misi yang mereka percayai daripada hanya imbalan finansial. Mark Zuckerberg, CEO Meta, mengumumkan visi AI masa depan yang bersifat sangat pintar dan bisa membantu setiap orang dengan tujuan dan pengembangan pribadi. Visi ini disampaikan melalui sebuah surat terbuka dan halaman web yang menjelaskan pentingnya membawa AI superintelligence kepada semua orang, walaupun prosesnya mungkin memakan waktu.Meta melakukan investasi besar-besaran dalam AI, termasuk membeli hampir separuh saham Scale AI seharga 14,3 miliar dolar AS dan membentuk lab khusus berpimpin CEO Scale AI. Meta juga merekrut banyak talenta AI terbaik dari perusahaan lain dengan tawaran gaji besar, meskipun tidak semua menerima tawaran tersebut karena mempertimbangkan misi dan etika AI.Zuckerberg menyatakan bahwa perkembangan AI memang lambat tapi nyata, dan pencapaian superintelligence kini sudah mulai terlihat. Ia juga menegaskan bahwa fokus Meta berbeda dibandingkan perusahaan lain; mereka ingin AI yang memberdayakan individu bukan yang menggantikan pekerjaan massal.Salah satu fokus utama Meta adalah pengembangan perangkat wearable seperti kacamata pintar yang diharapkan menjadi perangkat komputer utama manusia di masa depan. Namun Zuckerberg juga mengingatkan tentang risiko penggunaan model AI open source yang dapat dilewati pengamanannya dan potensi bahaya berskala besar.Zuckerberg menutup dengan pandangan bahwa dekade ini adalah saat kritis menentukan apakah AI akan menjadi alat pemberdayaan personal atau justru menggantikan banyak pekerjaan manusia, sekaligus mengingatkan tentang pentingnya etika dan arah yang benar dalam pengembangan AI.