Terungkap, Tesla Jadi Pemesan Chip Samsung Senilai Rp 270 Triliun
Teknologi
Kendaraan Listrik dan Baterai
30 Jul 2025
176 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Samsung dan Tesla menjalin kerjasama strategis dalam produksi chip.
Kesepakatan ini dapat memberikan dampak besar bagi kedua perusahaan di masa depan.
Investor perlu berhati-hati karena rincian kesepakatan belum sepenuhnya diungkap.
Samsung mengumumkan bahwa mereka menerima pesanan chip dengan nilai sangat besar, mencapai Rp 275.55 triliun (US$16,5 miliar) . Namun, identitas perusahaan yang memesan chip tersebut dirahasiakan untuk menjaga rahasia dagang dan hanya akan diungkap pada tahun 2033.
CEO Tesla, Elon Musk, akhirnya membuka tabir misteri ini dengan menyatakan bahwa perusahaan mobil listriknya adalah pemesan chip tersebut. Samsung akan memproduksi chip A16 generasi terbaru khusus untuk Tesla di pabrik barunya di Texas, Amerika Serikat.
Kerjasama ini dianggap sangat penting dan memiliki potensi nilai kontrak yang bahkan melebihi angka yang sudah diumumkan. Hal ini menunjukkan perkembangan kuat antara Samsung sebagai produsen chip dan Tesla sebagai perusahaan otomotif listrik terkemuka.
Samsung mengingatkan investor untuk cermat dan berhati-hati dalam berinvestasi terkait kontrak ini, karena isi utama dari kontrak kerja sama belum dipublikasikan dan masih mungkin mengalami perubahan atau bahkan pemutusan.
Samsung merupakan pemimpin dalam layanan pengecoran chip di dunia, berada di posisi kedua setelah Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC). Kerjasama dengan Tesla menegaskan posisi Samsung dalam industri chip global, terutama untuk kebutuhan kendaraan listrik masa depan.
Analisis Ahli
Ray Wang
Kesepakatan ini menunjukkan pergeseran besar dalam rantai pasok semikonduktor dengan kolaborasi antara raksasa chip dan produsen mobil listrik yang akan mendorong inovasi teknologi secara signifikan.


