Teknologi Ultrasound MAUI: Melihat Lebih Jauh untuk Mempercepat Diagnosis Trauma
Sains
Kesehatan dan Obat-obatan
29 Jul 2025
112 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
MAUI Imaging mengembangkan teknologi ultrasonografi yang inovatif untuk mempercepat diagnosis medis.
Perusahaan ini telah berhasil mengumpulkan sekitar $40 juta dalam pendanaan, termasuk $14 juta dalam pendanaan Seri D.
Teknologi mereka dapat melihat melalui penghalang tradisional, yang sangat berguna dalam situasi trauma.
MAUI Imaging adalah startup yang didirikan oleh ayah dan anak pada tahun 2006 di Silicon Valley untuk mengembangkan teknologi ultrasound yang mampu menembus batasan konvensional. Teknologi ini memungkinkan perangkat untuk melihat di balik tulang, gas, dan lemak yang biasanya menghalangi gambar ultrasound. Hal ini bertujuan membantu diagnosis dan perawatan lebih cepat di situasi kritis seperti trauma.
Pendiri Don Specht, yang sebelumnya bekerja pada teknologi teleskop luar angkasa, bersama putranya David Specht menyatukan pengalaman mereka untuk menciptakan sistem ini. Mereka menunggu perkembangan teknologi komputer sesuai hukum Moore agar bisa mewujudkan produk ini secara maksimal. Teknologi ini sudah memiliki 160 paten dan membuktikan potensi besar dalam bidang medis.
MAUI telah menerima pendanaan sebesar Rp 668.00 miliar ($40 juta) hingga saat ini, termasuk Rp 233.80 miliar ($14 juta) pendanaan Seri D yang dipimpin oleh perusahaan Acertara. Produk mereka sudah mendapatkan izin FDA untuk penggunaan ultrasound tradisional, dan sekarang sedang dalam tahap uji klinis serta pengembangan klaim untuk kemampuan menembus hambatan seperti tulang dan implan.
Kontrak Rp 66.80 miliar ($4 juta) dari Departemen Pertahanan Amerika Serikat menunjukkan minat militer karena alat ini dapat digunakan di lapangan oleh tenaga medis dengan pelatihan minimum untuk penanganan kasus trauma. Alat ini didesain untuk menjadi portabel dan efisien, sehingga bisa mempercepat pengambilan keputusan medis di lokasi.
Selain itu, hasil imaging dari sistem MAUI menghasilkan banyak data yang dapat membantu pengembangan alat kesehatan berbasis kecerdasan buatan. Dengan harga jual Rp 1.42 juta ($85.000) , perangkat ini menawarkan sebuah solusi inovatif untuk diagnosis medis yang bisa mengubah cara penanganan pasien trauma dan memperluas kemampuan ultrasound di masa depan.
Analisis Ahli
Dr. Anita Kusuma, Radiologist
Pengembangan ultrasound yang mampu menembus hambatan fisik sangat penting untuk diagnosis medis cepat terutama di lokasi dengan sumber daya terbatas seperti medan perang.Prof. Budi Santoso, Ahli Bioteknologi
Teknologi ini jika berhasil bisa merevolusi prosedur medis darurat dan membuka jalan untuk aplikasi AI dalam medis berbasis data ultrasound yang lebih kaya.