Ahli Keamanan Tolak Penjualan Chip AI Nvidia ke China, Sebut Risiko Tinggi
Teknologi
Kecerdasan Buatan
28 Jul 2025
192 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Keputusan untuk menjual chip H20 ke China menuai kritik dari para ahli keamanan nasional.
Chip H20 dianggap dapat meningkatkan kemampuan AI China, yang berpotensi berdampak pada keamanan nasional AS.
Pemerintah AS masih mempertimbangkan kebijakan kontrol ekspor untuk chip AI di tengah ketegangan perdagangan dengan China.
Sejumlah ahli keamanan nasional dan mantan pejabat pemerintah Amerika Serikat mengkritik keputusan administrasi Trump yang membolehkan Nvidia menjual chip AI canggih H20 ke China kembali. Mereka khawatir langkah ini bisa merugikan posisi teknologi dan keamanan nasional AS.
Para ahli menulis surat ke Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick untuk mendesak pembatalan izin penjualan chip tersebut. Mereka menyatakan bahwa H20 adalah chip yang sangat kuat dan dirancang agar tidak terhalang oleh batasan kontrol ekspor yang ada.
Surat itu juga menegaskan bahwa H20 lebih unggul dalam menjalankan fungsi AI inference dibandingkan chip H100 yang lebih dulu dibatasi penjualannya. Penjualan chip ini dinilai bisa memperburuk kelangkaan chip AI di dalam negeri dan memungkinkan teknologi itu digunakan untuk keperluan militer China.
Pemerintah sebenarnya sebelumnya sudah melarang ekspor chip H20, namun keputusan terbaru ini justru membuka peluang penjualan kembali ke China terkait pembicaraan perdagangan elemen tanah jarang, yang membuat para ahli semakin khawatir.
Di sisi lain, pemerintah Trump juga meluncurkan rencana aksi AI yang menekankan pentingnya pembatasan ekspor chip AI, walaupun belum menjelaskan detail kebijakannya. Para ahli berharap prinsip pembatasan tersebut tetap dipegang demi keamanan nasional.
Analisis Ahli
Matt Pottinger
Penjualan chip H20 ke China adalah kesalahan strategis yang membahayakan keunggulan AI Amerika dan keamanan nasional.Stewart Baker
Ketidakkonsistenan dalam kontrol ekspor chip bisa melemahkan posisi AS dalam persaingan teknologi global.David Feith
Mempermudah akses China terhadap teknologi AI canggih berisiko memperkuat kemampuan militer China dan merugikan AS.

