Pertumbuhan Pesat Perusahaan Farmasi China Didukung Obat Inovatif dan Lisensi Teknologi
Sains
Kesehatan dan Obat-obatan
18 Agt 2025
236 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Hengrui dan Hansoh mengalami pertumbuhan laba yang signifikan berkat peluncuran obat inovatif.
Berdasarkan reformasi kebijakan, Beijing mendorong perusahaan farmasi untuk fokus pada pengembangan obat baru.
Pendapatan dari obat generik Hengrui terus menurun, menunjukkan pergeseran menuju produk inovatif.
Jiangsu Hengrui Pharmaceuticals dan Hansoh Pharmaceutical Group, dua perusahaan farmasi terbesar di China, menunjukkan peningkatan laba signifikan berkat peluncuran obat-obatan baru dan pendapatan dari lisensi teknologi. Analis memperkirakan laba bersih Hengrui meningkat 40 persen pada paruh pertama 2024 dibandingkan tahun sebelumnya.
Pendapatan Hengrui juga mengalami kenaikan 9 persen menjadi 15,7 miliar yuan, didorong oleh peningkatan penjualan obat baru yang lebih menguntungkan. Selain itu, perusahaan ini sukses melantai di bursa Hong Kong dan berhasil mengumpulkan dana sebesar 9,9 miliar dolar Hong Kong.
Kemajuan ini menandai pergeseran penting dalam struktur pendapatan Hengrui, di mana proporsi pendapatan dari obat generik turun drastis dari 62 persen di 2022 menjadi 43 persen tahun lalu. Analis memproyeksikan angka ini akan turun lebih jauh menjadi 23 persen pada tahun 2027.
Transformasi ini didukung oleh reformasi kebijakan di China yang mempermudah persetujuan obat inovatif dan mendorong produsen farmasi untuk fokus pada pengembangan obat generasi baru agar dapat bersaing secara global.
Ke depan, pertumbuhan di sektor obat inovatif ini diperkirakan akan terus meningkat, memperkuat posisi Jiangsu Hengrui dan Hansoh Pharmaceutical di pasar farmasi global sekaligus meningkatkan daya saing industri farmasi China secara keseluruhan.
Analisis Ahli
Liu Chuang
Peluncuran obat inovatif akan memperbaiki struktur pendapatan Hengrui dan mengurangi ketergantungan pada produk generik yang kurang menguntungkan.

