AI summary
Hengrui dan Hansoh mengalami pertumbuhan laba yang signifikan berkat peluncuran obat inovatif. Berdasarkan reformasi kebijakan, Beijing mendorong perusahaan farmasi untuk fokus pada pengembangan obat baru. Pendapatan dari obat generik Hengrui terus menurun, menunjukkan pergeseran menuju produk inovatif. Jiangsu Hengrui Pharmaceuticals dan Hansoh Pharmaceutical Group, dua perusahaan farmasi terbesar di China, menunjukkan peningkatan laba signifikan berkat peluncuran obat-obatan baru dan pendapatan dari lisensi teknologi. Analis memperkirakan laba bersih Hengrui meningkat 40 persen pada paruh pertama 2024 dibandingkan tahun sebelumnya.Pendapatan Hengrui juga mengalami kenaikan 9 persen menjadi 15,7 miliar yuan, didorong oleh peningkatan penjualan obat baru yang lebih menguntungkan. Selain itu, perusahaan ini sukses melantai di bursa Hong Kong dan berhasil mengumpulkan dana sebesar 9,9 miliar dolar Hong Kong.Kemajuan ini menandai pergeseran penting dalam struktur pendapatan Hengrui, di mana proporsi pendapatan dari obat generik turun drastis dari 62 persen di 2022 menjadi 43 persen tahun lalu. Analis memproyeksikan angka ini akan turun lebih jauh menjadi 23 persen pada tahun 2027.Transformasi ini didukung oleh reformasi kebijakan di China yang mempermudah persetujuan obat inovatif dan mendorong produsen farmasi untuk fokus pada pengembangan obat generasi baru agar dapat bersaing secara global.Ke depan, pertumbuhan di sektor obat inovatif ini diperkirakan akan terus meningkat, memperkuat posisi Jiangsu Hengrui dan Hansoh Pharmaceutical di pasar farmasi global sekaligus meningkatkan daya saing industri farmasi China secara keseluruhan.
Fokus strategis pada pengembangan obat inovatif jelas merupakan langkah yang cerdas menghadapi persaingan global yang semakin ketat. Namun, perusahaan harus terus berinovasi dan mematuhi regulasi yang ketat agar pertumbuhan ini berkelanjutan dan tidak terganggu oleh masalah paten atau proses persetujuan.