FTX Mulai Bayar Rp 31.73 triliun ($1,9 Miliar) Klaim Kreditur di Proses Bangkrutnya
Finansial
Mata Uang Kripto
25 Jul 2025
202 dibaca
1 menit
Rangkuman 15 Detik
FTX berencana untuk mendistribusikan $1,9 miliar kepada kreditor setelah pengurangan klaim yang diperselisihkan.
Sam Bankman-Fried, pendiri FTX, dihukum penjara selama 25 tahun karena penipuan.
Distribusi dana FTX akan diawasi oleh beberapa organisasi, termasuk BitGo, Kraken, dan Payoneer.
FTX, salah satu bursa cryptocurrency terbesar di dunia yang mengalami kebangkrutan pada November 2022, akan mulai membagi dana sebesar Rp 31.73 triliun ($1,9 miliar) kepada para kreditor. Dana tersebut sebelumnya dianggap sengketa dan kini disahkan untuk didistribusikan.
Proses distribusi ini dijadwalkan mulai pada akhir September 2025 dan melibatkan organisasi seperti BitGo, Kraken, dan Payoneer untuk mengawasi jalannya distribusi dana tersebut.
FTX sendiri telah melakukan distribusi dana sebesar Rp 103.54 triliun ($6,2 miliar) di dua tahap sebelumnya, dan masih harus menyelesaikan total pembayaran antara Rp 245.49 triliun ($14,7 miliar) hingga Rp 275.55 triliun ($16,5 miliar) kepada para kreditornya.
Pendiri FTX, Sam Bankman-Fried, telah dihukum 25 tahun penjara atas tujuh tuduhan penipuan, serta dikenakan denda senilai Rp 183.70 triliun ($11 miliar) . Hal ini menjadi latar belakang utama dari proses kebangkrutan dan distribusi klaim ini.
Selain itu, ada kontroversi terkait penolakan klaim dari warga di 49 negara yang dinilai ilegal dalam memperdagangkan kripto, sehingga klaim mereka sedang dipermasalahkan oleh FTX Recovery Trust.
Analisis Ahli
Andreas M. Antonopoulos
Penurunan cadangan sengketa adalah pertanda baik bagi transparansi dan keadilan dalam proses penanganan kerugian di dunia crypto, walaupun penanganan klaim dari wilayah terlarang harus dilakukan dengan sangat berhati-hati agar tidak merugikan pengguna yang sah.Laura Shin
Langkah distribusi dana yang tersisa adalah momentum penting bagi korban FTX, tapi proses hukum yang berhubungan dengan negara-negara pembatasan perdagangan kripto akan menjadi tantangan utama ke depan.