Harga Token FTT FTX Naik Drastis Meski Perusahaan Bangkrut dan CEO Dipenjara
Finansial
Mata Uang Kripto
19 Sep 2025
240 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Token FTT mengalami lonjakan harga meskipun FTX berada dalam kebangkrutan.
Sam Bankman-Fried dihukum karena penipuan finansial yang melibatkan miliaran dolar.
Kebangkrutan FTX dipicu oleh krisis likuiditas yang serius dan penyalahgunaan dana pelanggan.
FTX dulunya adalah salah satu bursa kripto terbesar di dunia yang menawarkan layanan seperti futures dan perdagangan token leverage. Namun, pada November 2022, FTX mengalami krisis likuiditas yang parah dan segera membekukan penarikan dana dari pelanggan, menyebabkan keguncangan di pasar kripto.
Setelah terbongkarnya penyalahgunaan dana pelanggan, FTX mengajukan perlindungan kebangkrutan (Chapter 11) bersama dengan sekitar 130 perusahaan afiliasinya. CEO FTX, Sam Bankman-Fried, dituduh melakukan penipuan besar dan memanipulasi dana pelanggan untuk kepentingan pribadi dan bisnis lain.
Meski kondisi perusahaan hancur dan nilai token FTT telah turun hampir 99% dari puncaknya di 2021, secara mengejutkan harga token ini mengalami lonjakan sekitar 17% dalam 24 jam terakhir, yang sebagian besar terjadi di platform bursa terpusat seperti Binance dan Bitget.
Sam Bankman-Fried kemudian divonis penjara selama 25 tahun karena penipuan tersebut dan diperintahkan untuk menyerahkan uang dan aset senilai 14 miliar dolar AS. Kasus ini menjadi salah satu penipuan keuangan terbesar dalam sejarah Amerika Serikat.
Sementara itu, harga FTT yang fluktuatif dan tidak stabil mencerminkan ketidakpastian mengenai masa depan token ini dan proses restrukturisasi FTX yang sedang berlangsung. Investor dan pihak terkait harus waspada terhadap risiko yang mungkin muncul.
Analisis Ahli
Andreas Antonopoulos
Lonjakan harga token mati seperti FTT hanya memperkuat pentingnya edukasi investor dalam dunia aset digital dan kehati-hatian dalam berinvestasi di proyek yang tidak memiliki fundamental kuat.