Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Michael Saylor Perbesar Modal Perusahaan untuk Beli Bitcoin dengan Saham Preferen Baru

Finansial
Investasi dan Pasar Modal
investment-and-capital-markets (8mo ago) investment-and-capital-markets (8mo ago)
25 Jul 2025
277 dibaca
2 menit
Michael Saylor Perbesar Modal Perusahaan untuk Beli Bitcoin dengan Saham Preferen Baru

Rangkuman 15 Detik

Michael Saylor terus mengembangkan strategi investasi agresif untuk mengakuisisi Bitcoin.
Peluncuran saham preferen Stretch menunjukkan inovasi dalam struktur modal perusahaan.
Permintaan tinggi untuk saham Stretch menegaskan minat investor ritel terhadap cryptocurrency.
Michael Saylor, pendiri perusahaan Strategy yang fokus pada investasi Bitcoin, baru saja meluncurkan jenis saham preferen baru disebut Stretch untuk memperbesar modal perusahaan. Pada awalnya direncanakan menjual saham ini seharga Rp 8.35 triliun ($500 juta) , namun permintaan yang sangat tinggi membuat penjualan ditingkatkan hingga Rp 46.76 triliun ($2,8 miliar) . Saham Stretch menawarkan imbal hasil atau dividen sebesar 9% per tahun tanpa batas waktu, yang merupakan hal yang jarang ditemukan dalam pasar saham preferen. Saham ini dijual dengan harga diskon Rp 1.50 juta ($90) per lembar, padahal nilai nominalnya adalah Rp 1.67 juta ($100) , sebagai strategi untuk menarik minat investor. Selain itu, keunikan dari saham Stretch adalah dividen yang dapat disesuaikan setiap bulan agar harga saham tetap stabil sekitar Rp 1.67 juta ($100) . Strategi ini menunjukkan bagaimana Strategy menciptakan aturan mainnya sendiri dalam pasar modal, memberikan fleksibilitas sekaligus tantangan bagi investor. Perusahaan MicroStrategy yang sudah berganti nama menjadi Strategy, fokus bertransformasi dari perusahaan software biasa menjadi raksasa investasi Bitcoin. Saat ini mereka memegang sekitar 600.000 Bitcoin yang nilainya mencapai sekitar Rp 1.17 quadriliun ($70 miliar) , dan terus berusaha menggalang dana untuk membeli lebih banyak. Strategi Michael Saylor ini membuat banyak perusahaan publik lain mulai mengikuti jejaknya dengan menggunakan struktur modal yang kompleks dan opsi investasi yang mirip. Namun, ada indikasi nilai perusahaan relatif terhadap Bitcoin yang dimilikinya mulai menurun, menunjukkan adanya tantangan di depan.

Analisis Ahli

Andreas M. Antonopoulos
Pendekatan ini menunjukkan bagaimana perusahaan bisa menggunakan instrumen keuangan untuk memanfaatkan momentum kripto, tetapi investor harus memahami risiko yang menyertai skema seperti ini.
Cathie Wood
Inovasi dalam struktur modal semacam ini adalah contoh nyata adaptasi perusahaan untuk mengkapitalisasi masa depan aset digital, meskipun volatilitas pasar tetap menjadi faktor utama yang harus dipertimbangkan.