Inovasi Operasi Katup Jantung Tanpa Sayatan Dada dengan Bantuan Robotik
Sains
Kesehatan dan Obat-obatan
25 Jul 2025
44 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Prosedur penggantian katup aorta dengan akses transservikal merupakan inovasi dalam bedah jantung minimal invasif.
Pasien mengalami pemulihan yang lebih cepat dengan rasa sakit yang minimal setelah prosedur.
Cleveland Clinic berharap untuk mengembangkan teknik ini agar dapat diterapkan di pusat-pusat medis lainnya.
Dokter di Cleveland Clinic berhasil melakukan operasi penggantian katup jantung melalui sayatan kecil di leher dengan bantuan robotik, tanpa perlu membuka dada. Teknologi baru ini diharapkan mempercepat pemulihan pasien dan mengurangi rasa sakit pasca operasi yang biasanya cukup berat pada operasi tradisional.
Teknik ini disebut transcervical robotic access untuk aortic valve replacement (AVR), di mana alat robotik dimasukkan lewat luka kecil di lipatan leher pasien. Melalui empat sayatan kecil lain, dokter dapat membersihkan katup jantung yang rusak dan memasang katup prostetik baru dengan presisi tinggi.
Empat pasien pertama yang menjalani prosedur ini telah keluar rumah sakit dalam waktu singkat, dengan tingkat nyeri rendah yang bisa dikendalikan dengan obat-obatan ringan. Salah satu pasien kembali olahraga hanya seminggu setelah operasi dan yang lain bahkan sudah berkebun dalam tiga minggu.
Meskipun waktu operasi pada awalnya cukup lama, sekitar 140 menit, tim dokter yakin dengan latihan dan pengembangan alat, waktu tersebut bisa dipersingkat menjadi sekitar 90 menit atau bahkan satu jam. Ini akan membuat prosedur menjadi lebih efisien dan aman.
Pengembangan teknik ini membuka kemungkinan pengobatan yang lebih nyaman dan cepat bagi pasien yang membutuhkan penggantian katup aorta. Jika sukses, prosedur ini dapat diperluas di pusat medis lain dan menjadi standar baru operasi jantung minimal invasif.
Analisis Ahli
Dr. Samir Kapadia
Ini merupakan kemajuan besar dalam pengobatan stenosis aorta yang minim invasif dan bisa menjadi pilihan utama jika keselamatan serta efektivitasnya setara dengan teknik yang lebih invasif.

