AniTech Luncurkan AI Deteksi Dini Depresi dan Cegah Bunuh Diri di Hong Kong
Sains
Kesehatan dan Obat-obatan
23 Jul 2025
278 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
AniTech berfokus pada pencegahan kesehatan mental dengan menggunakan teknologi AI.
Angka bunuh diri di Hong Kong menunjukkan tren yang mengkhawatirkan, khususnya di kalangan pelajar.
Pentingnya menemukan pasien dengan gejala ringan untuk mencegah masalah kesehatan mental yang lebih serius.
Hong Kong menghadapi peningkatan angka bunuh diri yang mengkhawatirkan, terutama di kalangan pelajar dan kelompok rentan seperti orang muda dan lansia. Pemerintah saat ini belum mampu mendeteksi pasien dengan gejala mental ringan yang tersembunyi.
AniTech, sebuah perusahaan teknologi, mengembangkan platform AI yang menggunakan sinyal listrik otak (EEG) untuk mendeteksi tanda-tanda awal depresi. Teknologi ini dirancang untuk membantu identifikasi dini masalah kesehatan mental sehingga pencegahan bisa dilakukan lebih cepat.
Data menunjukkan bahwa jumlah bunuh diri di Hong Kong meningkat, mencapai angka tertinggi sejak tahun 2003. Khususnya jumlah bunuh diri pelajar yang hampir tiga kali lipat selama 10 tahun terakhir, sehingga menciptakan kebutuhan mendesak untuk solusi inovatif.
Survei Universitas Tiongkok Hong Kong pada tahun 2023 mengungkap bahwa seperempat pelajar mengalami gangguan mental dan hampir 7 persen memiliki kecenderungan bunuh diri. Ini menegaskan pentingnya teknologi seperti yang dikembangkan AniTech untuk membantu screening awal.
AniTech didirikan oleh Candy Lau Po-chun dan Eddie Ma Chi-him, seorang profesor neuroscience, yang menggabungkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk membuat alat yang bisa digunakan sebagai pelengkap upaya pemerintah dalam mengatasi masalah kesehatan mental dan mencegah bunuh diri.
Analisis Ahli
Eddie Ma Chi-him
Pendekatan menggunakan sinyal EEG sebagai indikator awal depresi memberikan jalan baru yang menjanjikan untuk deteksi gangguan mental secara objektif dan non-invasif.
