Inovasi Biobaterai 3D Printing: Energi Bersih dari Bakteri dengan Stainless Steel
Teknologi
Kendaraan Listrik dan Baterai
23 Jul 2025
214 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Kolaborasi antarlaboratorium dapat menghasilkan inovasi yang signifikan dalam teknologi.
Pencetakan 3D memungkinkan desain komponen yang lebih efisien untuk aplikasi energi.
Biobaterai berbasis bakteri dapat menjadi alternatif ramah lingkungan untuk sumber tenaga konvensional.
Para peneliti di Binghamton University berhasil menciptakan baterai yang digerakkan oleh bakteri menggunakan teknologi cetak 3D. Proyek ini dikembangkan oleh Profesor Seokheun Choi dan dokter muda dari departemen teknik mesin, Dehao Liu. Mereka mengatasi masalah baterai tradisional yang menggunakan bahan beracun dan lithium dengan mengganti anoda standar menggunakan teknologi printing logam yang presisi.
Penggunaan laser powder bed fusion (LPBF) dalam pencetakan 3D memungkinkan mereka menciptakan anoda dari stainless steel dengan permukaan yang sangat sesuai untuk pertumbuhan bakteri. Hal ini penting untuk memberikan area yang luas agar bakteri dapat berkembang dan menghasilkan listrik secara optimal, yang tidak bisa dilakukan dengan anoda datar ataupun mesh komersial yang kaku.
Sistem biobaterai ini terdiri dari beberapa bagian yang dapat dicetak dan dirakit layaknya lego, sehingga memudahkan proses perakitan dan penggantian bagian. Keunggulan baterai ini adalah mampu menghasilkan daya sekitar 1 milliwatt yang cukup untuk menyalakan layar LCD kecil, serta komponen stainless steel yang dapat dicuci dan digunakan kembali berulang kali tanpa kehilangan performa.
Pengembangan ini juga didukung oleh doktor yang sebelumnya meneliti sistem bioelektronik berkelanjutan dan mikroba sebagai sumber energi. Kolaborasi lintas departemen ini membawa sinergi inovatif untuk mengatasi problem elektroda yang kuat dan scalable dalam pengembangan biobaterai.
Ke depan, tim berencana untuk mencetak seluruh komponen baterai sekaligus serta mengembangkan sistem manajemen tenaga agar baterai bisa mengatur proses pengisian dan pelepasan energi seperti panel surya. Temuan ini telah dipublikasikan dalam jurnal Advanced Energy & Sustainability Research sebagai bukti penting kemajuan teknologi energi ramah lingkungan.
Analisis Ahli
Seokheun Choi
Kolaborasi antar disiplin ilmu sangat penting untuk mengatasi batasan material konvensional dalam teknologi baterai berbasis mikroba, dan 3D printing memberikan fleksibilitas yang sebelumnya tidak tersedia.Dehao Liu
LPBF memungkinkan penciptaan struktur anoda dengan presisi tinggi yang kritikal bagi performa biobaterai, menjadikannya teknologi kunci untuk masa depan perangkat penyimpan energi biologis.

