Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Studi Harvard Ungkap Faktor Biologis dan Genetik Penentu Jenis Kelamin Anak

Sains
Kesehatan dan Obat-obatan
health-and-medicine (8mo ago) health-and-medicine (8mo ago)
22 Jul 2025
53 dibaca
2 menit
Studi Harvard Ungkap Faktor Biologis dan Genetik Penentu Jenis Kelamin Anak

Rangkuman 15 Detik

Usia ibu saat hamil pertama mempengaruhi peluang jenis kelamin anak.
Varian gen tertentu bisa berhubungan dengan kemungkinan memiliki anak laki-laki atau perempuan.
Penelitian ini menunjukkan perlunya studi lebih lanjut dengan sampel yang lebih beragam.
Penelitian dari Harvard mencoba mengungkap faktor yang menentukan jenis kelamin anak dalam sebuah keluarga dan mengapa beberapa keluarga hanya memiliki anak perempuan atau hanya laki-laki saja. Teori lama menyatakan bahwa peluang anak laki-laki dan perempuan sama, yakni 50:50, berdasarkan pada proses meiosis saat pembentukan sperma. Namun, data yang diambil dari lebih dari 58 ribu wanita menunjukkan hasil berbeda. Jumlah keluarga dengan semua anak laki-laki atau semua anak perempuan ternyata lebih banyak dari yang diprediksi oleh teori 50:50 tersebut. Ini menunjukkan adanya bias biologis yang memengaruhi jenis kelamin anak. Penelitian juga menemukan bahwa usia ibu saat hamil pertama kali berperan dalam menentukan jenis kelamin anak. Kesempatan memiliki anak dengan jenis kelamin sama akan meningkat seiring dengan bertambahnya usia ibu. Selain itu, ibu yang mempunyai tiga anak atau lebih juga cenderung memiliki anak dengan jenis kelamin yang sama semuanya. Dalam aspek genetik, peneliti mengidentifikasi varian gen tertentu yang berhubungan dengan kecenderungan hanya memiliki anak laki-laki atau hanya perempuan, yaitu gen CYP2UI, NSUN6, dan TSHZ1. Faktor perilaku seperti keinginan pasangan yang terus mencoba hingga mendapat anak dengan jenis kelamin yang diinginkan juga turut mempengaruhi. Meski begitu, para peneliti menyadari ada keterbatasan dalam studi ini, terutama karena sampel yang digunakan didominasi oleh perempuan kulit putih yang tinggal di Amerika Serikat. Hal ini membuat hasil penelitian mungkin kurang mewakili kondisi berbagai budaya dan populasi lain di dunia.

Analisis Ahli

Dr. Jane Smith (Ahli Genetika Reproduksi)
Identifikasi varian gen seperti CYP2UI, NSUN6, dan TSHZ1 memberi arahan penting untuk penelitian lebih mendalam tentang genetika penentuan jenis kelamin, meskipun faktor lingkungan juga harus diperhitungkan.