AI summary
Proyek Qianfan menghadapi keterlambatan dalam peluncuran satelit. Kekurangan sumber daya peluncuran dapat mengancam ambisi konstelasi China. Persaingan dengan SpaceX menambah tekanan pada proyek konstelasi satelit. Proyek ambisius China untuk membangun mega-konstelasi satelit komunikasi bernama Qianfan atau Thousand Sails menghadapi penundaan besar. Mereka baru meluncurkan 90 satelit padahal target tahun ini adalah 648 satelit. Hal ini menyebabkan rencana mereka untuk bersaing dengan Starlink, jaringan satelit milik SpaceX, menjadi dipertanyakan.Salah satu penyebab masalah ini adalah adanya regulasi internasional yang mewajibkan para operator satelit meluncurkan satelit mereka dalam jangka waktu tertentu agar tidak menimbun spektrum frekuensi. Jika tidak, mereka bisa kehilangan hak untuk menggunakan orbit dan frekuensi radio tersebut.Shanghai Yuanxin Satellite Technology, perusahaan yang memimpin proyek ini dan didukung oleh pemerintah Shanghai, berencana meluncurkan lebih dari 15.000 satelit hingga 2030. Tujuannya adalah menyediakan layanan internet langsung ke ponsel di seluruh dunia, membangun jaringan yang sangat luas dan cepat.Agar tetap sesuai jadwal, perusahaan harus bisa meluncurkan lebih dari 30 satelit per bulan untuk mencapai target 648 satelit di akhir 2025 dan menggandakan jumlah itu menjadi 1.296 di tahun 2027. Tapi kenyataannya, kemampuan peluncuran roket di China tidak cukup kuat untuk memenuhi kebutuhan ini.Masalah utama yang menyebabkan keterlambatan ini adalah kekurangan roket dan daya produksi yang tidak mampu mengimbangi permintaan yang sangat tinggi untuk meluncurkan satelit. Hal ini membuat masa depan dan kadar keberhasilan proyek ini menjadi tidak pasti.
Keterbatasan kapasitas peluncuran di China mencerminkan bahwa ambisi mega-konstelasi tanpa dukungan infrastruktur peluncuran yang memadai sulit tercapai. Keterlambatan ini memicu risiko regulasi dan kehilangan kepercayaan pasar internasional, sehingga perlu strategi diversifikasi peluncuran agar tetap kompetitif.