Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

China Kembangkan Setelan Eksoskeleton untuk Tentara Pengendali Drone Masa Depan

Teknologi
Robotika
robotics (8mo ago) robotics (8mo ago)
22 Jul 2025
280 dibaca
2 menit
China Kembangkan Setelan Eksoskeleton untuk Tentara Pengendali Drone Masa Depan

Rangkuman 15 Detik

Pakaian exoskeleton Kestrel Defense dirancang untuk meningkatkan kinerja tentara di medan perang.
Sistem ini mencerminkan tren global dalam modernisasi militer dengan mengintegrasikan teknologi canggih.
Inovasi ini berpotensi memberikan keunggulan strategis di medan perang dengan kemampuan drone dan sistem yang terhubung.
China sedang mengembangkan sebuah setelan eksoskeleton bertenaga yang dirancang khusus untuk membantu tentara dalam mengoperasikan drone serta sistem tempur lainnya. Setelan ini bertujuan meningkatkan daya tahan, mobilitas, dan kesadaran situasional pasukan di medan tempur, terutama bagi mereka yang harus bertahan dalam posisi jongkok atau berlutut untuk waktu lama. Rangka bawah tubuh pada setelan dilengkapi dengan penopang lutut yang kuat dan mekanisme pada paha serta betis agar tentara bisa bergerak lebih mudah di medan yang berat dan membawa beban yang lebih berat dengan usaha lebih sedikit. Selain itu, terdapat sistem peluncuran drone kecil yang memungkinkan pasukan mengirim dan mengendalikan drone secara langsung dari medan tempur. Helm yang digunakan memiliki layar augmented reality yang memberikan tampilan langsung dari video drone, peta, serta berbagai fitur penglihatan seperti malam dan termal. Pengendalian drone dan sistem lain di setelan ini bisa dilakukan dengan menggunakan gerakan tangan, suara, atau perintah mata, sehingga pengguna dapat tetap fokus di medan tempur. Setelan ini juga termasuk modul modular di bagian punggung yang berisi baterai dan elektronik pendukung, serta lengan bahu artikulasi yang membantu mengangkat perlengkapan berat atau membantu menggendong personel yang terluka. Keseluruhan sistem menggambarkan tren dunia yang menggabungkan robotik, komputasi yang dapat dipakai, dan kecerdasan buatan untuk mendongkrak kemampuan pasukan infanteri. Meskipun masih dalam tahap prototipe, pengenalan setelan ini menunjukkan upaya China untuk menyetarakan teknologi militer barat dan mempersiapkan pasukan masa depan yang hiper-terhubung, tanpa bergantung pada GPS dan mampu beroperasi secara mandiri di berbagai situasi perang, seperti patroli perbatasan, pengintaian, dan pertempuran perkotaan.

Analisis Ahli

Dr. Andri Satria (Ahli Robotika Militer)
Penerapan eksoskeleton dalam operasi tempur merupakan langkah maju untuk mengurangi beban fisik prajurit dan meningkatkan durasi operasi pengintaian, namun perlu pengujian lapangan intensif untuk memastikan daya tahan dan respons sistem di kondisi ekstrem.
Prof. Mei Ling (Pakar Teknologi Pertahanan Asia)
China menunjukkan ambisinya dalam mendobrak batas teknologi tempur dengan mengintegrasikan augmented reality dan drone dalam satu sistem yang portabel, hal ini akan memaksa negara lain untuk mempercepat program riset pengembangan mereka.