Remaja di Cina Hampir Meninggal Akibat Diet Ekstrem untuk Gaun Ulang Tahun
Sains
Kesehatan dan Obat-obatan
22 Jul 2025
36 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Diet ekstrem dapat berbahaya dan berakibat fatal bagi kesehatan remaja.
Pentingnya menjaga pola makan yang seimbang untuk kesehatan tubuh.
Kasus Mei menunjukkan dampak negatif dari tekanan sosial untuk penampilan.
Seorang gadis remaja berusia 16 tahun dari Hunan, Cina, mengalami kondisi kritis setelah menjalani diet ekstrem selama dua minggu yang hanya terdiri dari sedikit sayuran dan obat pencahar. Tujuannya adalah agar ia bisa muat menggunakan gaun baru untuk ulang tahunnya.
Selama diet tersebut, Mei mengalami penurunan kadar kalium dalam darah yang sangat drastis sehingga menyebabkan tubuhnya kehilangan kekuatan dan mengalami sesak napas. Kondisi ini dikenal sebagai hipokalemia serius.
Setelah kondisinya memburuk, Mei dilarikan ke rumah sakit dan menjalani prosedur medis darurat selama 12 jam agar kondisi kesehatannya bisa stabil kembali dan menghindari risiko gagal jantung.
Seorang dokter yang terlibat dalam penanganan kasus ini menjelaskan bahwa diet tidak seimbang dan dehidrasi dapat menyebabkan kadar kalium tubuh menjadi sangat rendah, sebab kalium sangat penting untuk fungsi otot dan jantung.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa diet ekstrem tanpa pengawasan medis dapat membahayakan kesehatan dan penting bagi remaja untuk mengutamakan pola makan seimbang serta konsultasi ahli jika ingin mengubah pola makan.
Analisis Ahli
Dr. Andi Wijaya (Dokter Spesialis Gizi)
Hypokalemia akibat diet tidak seimbang sangat umum terjadi pada pasien yang melakukan diet ekstrem tanpa pengawasan. Pencegahan utama adalah edukasi dini tentang pentingnya asupan gizi yang lengkap dan pemantauan kesehatan selama proses diet.
