Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Penemuan Uranium Kedalaman Rekor China di Tarim Basin Dukung Keamanan Energi

Sains
Iklim dan Lingkungan
climate-and-environment (8mo ago) climate-and-environment (8mo ago)
21 Jul 2025
129 dibaca
1 menit
Penemuan Uranium Kedalaman Rekor China di Tarim Basin Dukung Keamanan Energi

Rangkuman 15 Detik

Penemuan deposit uranium baru di Tiongkok menunjukkan kemajuan dalam eksplorasi sumber daya.
Tiongkok masih sangat bergantung pada impor uranium meskipun memiliki potensi cadangan dalam negeri.
Uranium menjadi semakin penting bagi keamanan energi dan tujuan militer Tiongkok.
Sebuah perusahaan energi milik negara di China, China National Nuclear Corporation (CNNC), mengumumkan penemuan cadangan uranium baru di kedalaman 1.820 meter di Tarim Basin, Xinjiang. Penemuan ini merupakan kedalaman terbesar yang pernah dicapai untuk jenis uranium batu pasir di negara tersebut. Jenis deposit uranium yang ditemukan adalah batu pasir, yang biasanya lebih besar dan lebih mudah serta murah untuk ditambang dibanding jenis lain seperti dari batuan vulkanik atau granit. Ini menjadi kabar baik untuk sektor energi nuklir di China. Penemuan ini menunjukkan kemajuan besar dalam teknologi eksplorasi sumber daya alam yang sedang dikembangkan China, seperti yang dilaporkan oleh CCTV, stasiun penyiaran pemerintah setempat. Uranium sangat penting bagi China, tidak hanya sebagai bahan bakar untuk pembangkit listrik tenaga nuklir, tapi juga untuk kebutuhan persenjataan nuklir. Namun produksi uranium dalam negeri masih sangat kecil dibanding kebutuhan, sehingga China masih sangat bergantung pada impor uranium. Tahun lalu, China hanya memproduksi 1.700 ton uranium, sementara kebutuhan totalnya harus dipenuhi dengan mengimpor 13.000 ton. Penemuan baru ini diharapkan dapat membantu mengurangi ketergantungan tersebut dan mendukung upaya keamanan energi negara.

Analisis Ahli

Dr. Li Wei, Pakar Energi Nuklir
Penemuan uranium dengan kedalaman demikian menandakan lompatan besar dalam teknologi eksplorasi China, yang jika dikelola dengan baik dapat mengurangi risiko ketergantungan impor dan memperkuat kedaulatan energi nasional.