Terapi Baru Harapkan Perlambat Penyakit Parkinson Lewat Tembaga dan Genetik
Sains
Kesehatan dan Obat-obatan
10 Jul 2025
63 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Penelitian baru menunjukkan bahwa suplementasi tembaga dapat membantu memperbaiki fungsi neuronal pada pasien Parkinson.
Mutasi gen LRRK2 dapat menyebabkan gejala Parkinson dan terapi untuk menghambat aktivitas enzim ini menunjukkan potensi untuk memperbaiki kondisi pasien.
Identifikasi gejala awal Parkinson dapat meningkatkan efektivitas terapi dan membantu dalam pengelolaan penyakit.
Penyakit Parkinson adalah gangguan neurologis yang membuat sel otak penghasil dopamin mati, menyebabkan tremor dan kelambatan gerak. Hingga kini, belum ada obat yang bisa menyembuhkannya, sehingga para ilmuwan mencoba berbagai pendekatan untuk memperlambat penyakit ini.
Profesor Kay Double dari Universitas Sydney menemukan bahwa pada pasien Parkinson, protein SOD1 yang biasanya melindungi otak mengalami perubahan sehingga tidak berfungsi, malah menyebabkan kerusakan sel. Penelitian lalu menunjukkan bahwa pemberian suplemen tembaga dapat membantu memperbaiki fungsi protein ini.
Dalam eksperimen pada tikus, obat bernama CuATSM yang mengantarkan tembaga ke otak mampu mencegah penurunan kemampuan motorik dan menjaga neuron dopamin agar tetap sehat. Hasil ini sangat menggembirakan dan menjadi langkah awal untuk terapi baru pada manusia.
Sementara itu, penelitian lain dari Stanford University menyasar mutasi gen LRRK2 yang menyebabkan hiperaktivitas enzim dan mengganggu komunikasi neuron. Dengan menggunakan inhibitor MLi-2 pada tikus yang membawa mutasi tersebut, mereka berhasil mengembalikan struktur penting pada neuron sehingga fungsi otak dan komunikasi sel menjadi normal kembali.
Kedua pendekatan ini menunjukkan harapan penting dalam mengatasi Parkinson, meskipun para ahli menyarankan agar terapi dilakukan secara kombinasi dan sejak dini untuk hasil maksimal karena Parkinson adalah penyakit yang kompleks dan beragam penyebabnya.
Analisis Ahli
Kay Double
Dengan pendekatan tembaga yang berhasil memperbaiki fungsi SOD1, kami optimis terapi ini bisa mengubah paradigma pengobatan Parkinson.Suzanne Pfeffer
Penghambatan LRRK2 adalah strategi revolusioner yang dapat memulihkan komunikasi neuron, terutama bagi pasien dengan mutasi genetik yang spesifik.Ahli Neurologi Umum
Kedua pendekatan ini memberikan harapan nyata, tetapi Parkinson adalah penyakit multifaktorial yang membutuhkan terapi gabungan untuk hasil maksimal.


