Bank Indonesia Luncurkan Payment ID untuk Satukan Data Keuangan Individu
Finansial
Perbankan dan Layanan Keuangan
21 Jul 2025
27 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Payment ID akan membantu menyatukan data keuangan individu dan memudahkan transaksi.
Sistem ini dirancang untuk mendeteksi tindakan kecurangan dan meningkatkan keamanan sistem pembayaran.
Bank Indonesia berkomitmen untuk melindungi data pengguna Payment ID dan mencegah penyalahgunaan.
Bank Indonesia akan meluncurkan teknologi baru bernama Payment ID pada 17 Agustus 2025 yang bertujuan menyatukan data keuangan setiap warga negara Indonesia dengan sangat aman. Teknologi ini menggabungkan NIK dan kode ID sebagai kode unik untuk mengidentifikasi transaksi pembayaran secara tepat.
Melalui Payment ID, seluruh data keuangan termasuk dari berbagai akun perbankan dan e-wallet akan terintegrasi sehingga pihak berwenang bisa melihat profil keuangan seperti pendapatan, pengeluaran, pajak, dan investasi setiap individu secara menyeluruh.
Salah satu fungsi penting Payment ID adalah memudahkan proses pengajuan kredit. Bank bisa langsung memeriksa profil keuangan calon debitur dengan mengirim pesan persetujuan (consent) melalui ponsel menggunakan sistem Payment ID tersebut.
Sistem ini juga berguna untuk mendeteksi kecurangan atau fraud sehingga keamanan transaksi keuangan masyarakat bisa dijaga lebih baik. Bank Indonesia menjanjikan pengawasan ekstra ketat agar data tidak disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Selain itu, Bank Indonesia juga fokus pada penguatan keamanan siber dan meningkatkan kompetensi SDM Penyedia Jasa Pembayaran agar sistem Payment ID berjalan lancar dan aman bagi semua pengguna di Indonesia.
Analisis Ahli
Prof. Raden Wijaya (Ekonomi Digital)
Payment ID adalah langkah maju dalam digitalisasi sistem keuangan nasional karena dapat meningkatkan inklusi keuangan dan transparansi, selama aspek perlindungan data dan persetujuan pengguna benar-benar dijaga.Dr. Intan Sari (Keamanan Siber)
Meskipun Payment ID memiliki potensi besar, kerentanan keamanan siber harus menjadi fokus utama agar sistem tidak menjadi target pencurian data yang merugikan masyarakat luas.


