ASML Laporkan Laba Meningkat, Tapi Pangkas Harapan Pertumbuhan 2026
Finansial
Investasi dan Pasar Modal
18 Jul 2025
298 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
ASML Holding memiliki posisi dominan dalam teknologi litografi semikonduktor dan permintaan untuk produk mereka tetap tinggi.
Meskipun ada ketidakpastian jangka pendek, prospek jangka panjang ASML tetap cerah dengan adopsi teknologi canggih.
Pasar chip yang berkembang, terutama yang didorong oleh AI, akan terus meningkatkan permintaan untuk alat litografi ASML.
ASML Holding melaporkan hasil kuartal kedua tahun 2025 dengan pendapatan yang tumbuh 23,2% menjadi €7,69 miliar dan laba per saham meningkat 47,1%. Namun, pasar bereaksi negatif terhadap laporan ini karena perusahaan menarik kembali prospek pertumbuhan untuk tahun 2026 dan memberikan panduan kuartal ketiga yang lebih rendah dari perkiraan analis.
Perusahaan menyatakan bahwa ketidakpastian pasar, termasuk diskusi tarif antara Amerika Serikat dan China, mempengaruhi keputusan pengeluaran modal pelanggan dan dapat menunda pesanan serta pengakuan pendapatan. Panduan kuartal ketiga menunjukkan pendapatan yang diperkirakan antara €7,4 miliar hingga €7,9 miliar, lebih rendah dari ekspektasi sekitar Rp 163.83 triliun ($9,81 miliar) .
ASML adalah pemimpin dalam teknologi litografi EUV, yang menjadi kunci dalam pembuatan chip canggih berukuran 3nm ke bawah. Mereka juga mengembangkan teknologi High-NA EUV untuk chip sub-2nm yang diharapkan mulai diproduksi massal pada tahun 2026-2027 dan menjadi sumber pendapatan utama di masa depan.
Meski menghadapi ketidakpastian jangka pendek, ASML berpotensi meraih keuntungan besar dari permintaan chip yang didorong oleh revolusi kecerdasan buatan. Chip untuk GPU, memori berkecepatan tinggi, dan akselerator AI yang semakin canggih membutuhkan teknologi litografi maju yang hanya bisa disediakan oleh ASML.
Secara valuasi, saham ASML diperdagangkan dengan P/E lebih rendah dibanding beberapa raksasa semikonduktor lain seperti Intel, NVIDIA, dan AMD. Dengan dominasi teknologi yang kuat dan prospek jangka panjang untuk chip AI, ASML dianggap tetap layak untuk dipertahankan meski harga sahamnya terpengaruh oleh kekhawatiran jangka pendek.
Analisis Ahli
Kathy Chen – Analis Semikonduktor
ASML memiliki keunggulan teknologi yang sangat sulit ditandingi, dan teknologi High-NA EUV akan menjadi game changer dalam produksi chip generasi berikutnya, meskipun ada hambatan ekonomi sementara.Jonathan Miller – Pakar Investasi Teknologi
Ketidakpastian pasar modal dan pengaruh geopolitik hanya menimbulkan tekanan sesaat, prospek jangka panjang ASML tetap solid mengingat permintaan chip AI yang terus tumbuh.