AI summary
Netflix menggunakan kecerdasan buatan untuk meningkatkan efisiensi produksi konten. Penggunaan AI membantu menciptakan efek visual dengan biaya yang lebih terjangkau. Persaingan antara Netflix dan YouTube semakin ketat dalam industri streaming. Netflix kini menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI) generatif untuk membuat adegan efek visual dalam serial orisinal mereka, seperti yang terlihat dalam serial fiksi ilmiah Argentina, El Eternauta. Teknologi ini memungkinkan pembuatan adegan yang rumit, seperti runtuhnya sebuah bangunan, dengan waktu pengerjaan sepuluh kali lebih cepat dari metode tradisional.Penggunaan AI ini memungkinkan Netflix menghasilkan efek visual yang sebelumnya dianggap terlalu mahal untuk sebuah produksi dengan anggaran terbatas. Dengan bantuan AI, biaya produksi berkurang dan prosesnya menjadi lebih efisien tanpa mengorbankan kualitas hasil akhir.Kehadiran AI dalam produksi konten menimbulkan kekhawatiran tentang potensi hilangnya pekerjaan dalam industri visual effects dan pascaproduksi, namun Netflix menegaskan AI sebagai alat bantu yang mendukung pekerja manusia, bukan menggantikan mereka. Kreator justru mendapatkan manfaat berupa perencanaan pengambilan gambar yang lebih baik dan kemungkinan bercerita yang semakin luas.Selain produksi konten, Netflix juga memakai AI dalam aspek lain, termasuk sistem personalisasi, pengiriman iklan, dan mengembangkan alat pencarian baru yang didukung AI. Perusahaan bahkan berencana meluncurkan iklan interaktif pada tahun ini, yang bertujuan meningkatkan pengalaman pengguna dan efektivitas iklan.Persaingan platform streaming semakin ketat, dengan Netflix menghadapi YouTube yang kini jadi pesaing utama. YouTube menguasai pangsa waktu tonton televisi yang lebih besar di AS, sementara Netflix terus memperkuat konten globalnya sehingga penonton internasional terus bertambah, menandai perubahan besar dalam lanskap hiburan digital.
Penggunaan AI oleh Netflix merupakan langkah inovatif yang bisa merevolusi proses produksi televisi dan film dengan efisiensi biaya dan waktu. Namun, penting untuk memastikan bahwa teknologi ini dipakai sebagai alat bantu kreatif, bukan sebagai pengganti tenaga kerja kreatif manusia yang memiliki nilai unik dalam storytelling.