Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Netflix Gunakan AI untuk Percepat dan Hemat Biaya Produksi Film dan Serial

Teknologi
Kecerdasan Buatan
artificial-intelligence (8mo ago) artificial-intelligence (8mo ago)
18 Jul 2025
223 dibaca
2 menit
Netflix Gunakan AI untuk Percepat dan Hemat Biaya Produksi Film dan Serial

Rangkuman 15 Detik

Netflix telah mulai menggunakan AI dalam produksi film dan acara.
Penggunaan AI dapat mempercepat proses produksi dan mengurangi biaya.
AI juga digunakan dalam bidang personalisasi dan pengembangan iklan interaktif di Netflix.
Netflix kini mulai memakai teknologi kecerdasan buatan generatif (GenAI) dalam produksi film dan acara televisi untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas visual efek. Contohnya adalah penggunaan AI dalam adegan bangunan runtuh di acara asal Argentina berjudul "El Atonata". Menurut salah satu co-CEO Netflix, Ted Sarandos, penggunaan AI memungkinkan pembuatan adegan tersebut selesai hingga 10 kali lebih cepat dan dengan biaya yang lebih murah dibandingkan teknik visual efek tradisional. Hal ini membuka peluang bagi proyek dengan anggaran lebih kecil untuk menggunakan efek visual canggih. AI juga digunakan oleh para kreator Netflix untuk membantu dalam tahap perencanaan pengambilan gambar dan pre-visualisasi, yang pada akhirnya meningkatkan kualitas produksi. Sarandos menegaskan bahwa AI bukan hanya untuk menghemat biaya, tetapi juga untuk membuat karya seni yang lebih baik. Selain produksi konten, Netflix juga memanfaatkan AI di bidang lain seperti personalisasi konten, sistem pencarian, dan iklan. Co-CEO Greg Peters mengumumkan bahwa mereka akan meluncurkan iklan interaktif yang didukung AI pada paruh kedua tahun 2025. Dari sisi bisnis, Netflix mencatat pendapatan sebesar 11,08 miliar dolar AS dengan keuntungan 3,13 miliar dolar AS pada kuartal kedua 2025. Pengguna platform menonton lebih dari 95 miliar jam konten dalam enam bulan pertama 2025, dengan sepertiga di antaranya merupakan konten berbahasa non-Inggris.

Analisis Ahli

Andrew Ng
Penggunaan AI generatif dalam industri media hiburan akan menghasilkan efisiensi besar, tapi keberhasilan jangka panjang bergantung pada bagaimana AI dapat berkolaborasi dengan kreator manusia, bukan menggantikannya.