TLDR
Ethereum menghadapi tantangan dalam pemasaran dan adopsi dibandingkan dengan Bitcoin. Perusahaan treasury ETH dapat memberikan dorongan baru bagi harga ether. Regulasi stablecoin diharapkan dapat meningkatkan nilai dan pengakuan terhadap Ethereum. Ethereum menghadapi banyak tantangan yang membuat harga ETH tidak melaju seperti Bitcoin setelah hadirnya ETF spot. Ethereum dianggap lebih sulit dan mahal digunakan dibandingkan blockchain lain seperti Solana, dan nilai ekosistemnya terbagi antara ETH dan token layer 2.Selain itu, sulitnya menjelaskan nilai ETH kepada penasihat keuangan juga menjadi kendala. Bitcoin punya slogan yang jelas, yaitu digital gold, sedangkan Ethereum tidak punya label yang mudah dimengerti yang bisa membantu pemasaran.Namun, munculnya perusahaan treasury ETH seperti SharpLink dan BitMine yang mengikuti strategi serupa Michael Saylor untuk Bitcoin mulai menimbulkan rally pada ETH. Harga ETH naik cukup signifikan, dan rasio ETH terhadap BTC mulai menunjukkan tanda pemulihan.Para ahli menilai bahwa narasi Ethereum mulai membaik dengan keuntungan dari roadmap jelas, adopsi institusional, dan meningkatnya aset dunia nyata di jaringan tersebut. Selain itu, rencana undang-undang stablecoin di AS akan lebih menguntungkan Ethereum karena mayoritas stablecoin beredar di platform ini.Kesimpulannya, Ethereum mungkin akan lebih dikenal sebagai platform untuk stablecoin dan aset dunia nyata. Semakin banyak nilai aset disimpan di jaringan, harga token ETH juga akan naik seiring meningkatnya kebutuhan keamanan jaringan.