Perusahaan Treasury ETH dan ETF Mulai Borong Ether, Harga Diprediksi Tembus Rp112 Juta
Finansial
Mata Uang Kripto
26 Agt 2025
85 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Harga Ether saat ini dianggap murah oleh analis, menciptakan peluang investasi.
Perusahaan treasury ETH berpotensi menguasai 10% dari total ETH yang ada, menunjukkan minat yang terus meningkat.
Inflow ETF menunjukkan dukungan yang kuat untuk Ethereum meskipun ada fluktuasi harga.
Sejak awal Juni, perusahaan treasury yang memiliki Ethereum (ETH) telah membeli sekitar 2,6% dari seluruh ETH yang beredar di pasar. Jika ditambah dengan dana yang masuk ke ETF ETH, total pembelian kedua pihak tersebut mencapai hampir 5%. Kegiatan ini menjadi salah satu alasan kenaikan harga ETH ke rekor tertinggi baru.
Harga ETH bahkan sempat menyentuh angka 4.955 dolar AS pada 24 September. Meski sempat turun cukup dalam beberapa hari terakhir, analis dari Standard Chartered, Geoff Kendrick, memandang penurunan ini sebagai kesempatan bagus untuk membeli dengan harga murah.
Kendrick memprediksi, perusahaan treasury ETH akan terus menambah kepemilikan mereka sampai menguasai sekitar 10% dari seluruh ETH yang beredar, sebuah target yang masih mungkin dicapai dalam waktu dekat.
Selain itu, valuasi perusahaan-perusahaan treasury ETH mulai kembali ke tingkat yang lebih normal setelah sebelumnya terlihat terlalu tinggi. Hal ini didukung oleh yield staking ETH sekitar 3% yang tidak dimiliki oleh perusahaan seperti Michael Saylor's Strategy yang menjadi pembanding.
Walaupun ada kejatuhan harga ETH sebesar 8% pada hari Senin, investor ETF tetap optimis dengan terus memasukkan dana, seperti inflow 444 juta dolar AS yang dipimpin oleh BlackRock's iShares Ethereum Trust. Ini menunjukkan minat besar di pasar terhadap aset ETH.
Analisis Ahli
Geoff Kendrick
Kendrick melihat pembelian ETH oleh treasury companies dan ETF sebagai awal dari tren besar yang memberikan entry point sangat baik setelah penurunan harga, dan menilai valuasi perusahaan treasury yang lebih wajar sejalan dengan potensi staking yield 3%.