Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

RUU Kripto Baru: Regulasi atau Risiko Ekonomi yang Mengancam Masa Depan?

Finansial
Mata Uang Kripto
YahooFinance YahooFinance
18 Jul 2025
250 dibaca
2 menit
RUU Kripto Baru: Regulasi atau Risiko Ekonomi yang Mengancam Masa Depan?

Rangkuman 15 Detik

Industri cryptocurrency sedang mengalami dorongan besar dalam hal regulasi dan pengakuan politik.
Ada kekhawatiran mengenai potensi risiko dan ketidakpastian yang ditimbulkan oleh undang-undang baru ini bagi keuangan tradisional.
Lobi crypto memiliki sumber daya yang besar untuk mempengaruhi kebijakan dan pemilihan mendatang.
Minggu ini di Washington DC dikenal dengan 'Crypto Week' karena tiga RUU utama mengenai kripto disahkan di DPR Amerika Serikat. RUU tersebut bertujuan memberikan aturan bagi stablecoin, aset digital, dan mencegah Federal Reserve membuat mata uang digital sendiri. Para pendukung menganggap regulasi ini penting untuk mendorong inovasi dan melindungi investor. Namun, ada kritik keras dari pihak lain, termasuk anggota DPR seperti Maxine Waters yang bilang aturan ini terlalu longgar dan bisa mereplikasi kesalahan dalam krisis keuangan masa lalu. Mereka juga khawatir aturan ini menguntungkan kelompok tertentu tanpa cukup perlindungan bagi publik dan demokrasi. Industri kripto sendiri kini memiliki kekuatan politik besar, dengan jaringan lobi yang kuat dan dana kampanye besar-besaran untuk mendukung kandidat yang pro-kripto. Super PAC seperti Fairshake bahkan sudah mengumpulkan ratusan juta dolar untuk pemilu mendatang, yang menimbulkan kekhawatiran akan pengaruh uang besar dalam politik. Ahli hukum Hilary Allen mengingatkan bahwa RUU tersebut bisa membawa Amerika kembali ke era 'Wildcat Banking' dimana lembaga di luar sistem perbankan mengeluarkan uang tanpa pengawasan ketat, berpotensi menimbulkan sistem keuangan yang berisiko dan rawan kebangkrutan besar. Di sisi lain, teknologi blockchain yang jadi basis mata uang kripto masih dipertanyakan manfaatnya oleh banyak ilmuwan. Hal ini menimbulkan spekulasi kuat tentang apakah seluruh sistem ini akan bertahan lama atau justru memicu ketidakstabilan ekonomi global. Mengantisipasi hal ini, Allen bahkan bercanda belajar bertani sebagai cadangan jika ekonomi runtuh.

Analisis Ahli

Hilary Allen
Undang-undang ini membuka peluang bagi perusahaan besar untuk berperan sebagai bank tanpa pengawasan yang memadai, menciptakan risiko besar bagi konsumen dan pajak rakyat yang harus menanggung kerugian jika terjadi kegagalan sistemik.