AI summary
KAIST telah mengembangkan sistem saraf buatan yang meniru fungsi saraf biologis untuk robot. Memristor baru memungkinkan robot untuk bereaksi dengan efisien terhadap rangsangan berbahaya sambil mengabaikan yang tidak berbahaya. Teknologi ini berpotensi mengubah cara robot beroperasi dalam berbagai aplikasi, termasuk prostetik dan robot kecil. Manusia dan hewan sering mengabaikan rangsangan aman yang berulang untuk menghemat energi, tetapi tetap cepat tanggap saat ada bahaya. Fungsi yang disebut habituasi dan sensitisasi ini penting agar respons kita tetap efisien.KAIST berhasil membuat sistem saraf buatan berbasis memristor semikonduktor yang mampu meniru proses habituasi dan sensitisasi tersebut. Ini memungkinkan robot beradaptasi dengan lingkungan tanpa perlu perangkat lunak atau prosesor yang rumit.Para peneliti mengembangkan sebuah memristor dengan lapisan tambahan yang dapat mengubah konduktivitas ke arah berlawanan. Alat ini mampu menghasilkan pola sinaptik yang kompleks seperti menurunkan respons terhadap rangsangan aman berulang dan meningkatkan respons saat mendeteksi bahaya.Sistem ini diuji coba pada tangan robot yang dapat merasakan sentuhan dan rasa sakit. Tangan robot menunjukkan sifat adaptif dengan mengurangi tanggapan terhadap sentuhan yang aman dan menguatkan reaksi saat sentuhan dikombinasikan dengan kejutan listrik, menandakan adanya rangsangan berbahaya.Teknologi baru ini menjanjikan aplikasi luas pada robot kecil, robot militer, dan prostetik medis yang dapat bekerja lebih cerdas dan hemat energi layaknya sistem saraf manusia.
Pengembangan memristor dengan respons konduktivitas berlawanan ini merupakan lompatan signifikan dalam neuromorfik engineering karena mengatasi keterbatasan perangkat sebelumnya yang hanya mampu perubahan konduktivitas monoton. Pendekatan ini bisa merevolusi cara robot memahami dan bereaksi terhadap lingkungan dengan kesederhanaan hardware yang meningkatkan kecepatan respons sekaligus mengurangi konsumsi daya.