Gugatan Rp 133.60 triliun (US$8 Miliar) terhadap Mark Zuckerberg atas Skandal Data Facebook
Finansial
Investasi dan Pasar Modal
17 Jul 2025
225 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Gugatan terhadap Mark Zuckerberg dan Meta berkaitan dengan skandal Cambridge Analytica yang melibatkan penyalahgunaan data pribadi.
Meta menghadapi denda besar dari FTC dan biaya hukum yang diperkirakan mencapai lebih dari US$8 miliar.
Persidangan ini melibatkan testimoni dari banyak tokoh penting, termasuk Zuckerberg dan Sheryl Sandberg.
Pada Juli 2025, sekelompok investor mengajukan gugatan class action terhadap Mark Zuckerberg dan para petinggi Meta karena skandal penyalahgunaan data pengguna Facebook oleh Cambridge Analytica yang terungkap pada 2018. Mereka menuntut ganti rugi senilai Rp 133.60 triliun (US$8 miliar) atas kerugian yang dialami Meta.
Kasus ini berkaitan dengan tuduhan bahwa Meta tidak mengungkapkan sepenuhnya risiko penggunaan data pribadi para penggunanya oleh Cambridge Analytica, yang pernah mendukung kampanye Donald Trump di tahun 2016. Hal ini menyebabkan Facebook menerima denda besar dari lembaga-lembaga di Amerika Serikat dan Eropa.
Dalam persidangan, beberapa saksi pakar dan tokoh penting memberikan kesaksian. Neil Richards menyatakan bahwa pengungkapan privasi Facebook menyesatkan, sedangkan Jeffrey Zients menegaskan privasi dan data pengguna adalah prioritas bagi manajemen dan dewan direksi Meta.
Para saksi yang akan dihadirkan termasuk CEO Mark Zuckerberg, mantan COO Sheryl Sandberg, serta anggota dewan seperti Marc Andreessen dan Peter Thiel, yang merupakan tokoh berpengaruh dan berjasa besar di industri teknologi dengan kekayaan luar biasa.
Sidang di Pengadilan Kanselir Delaware ini masih akan berlanjut dan keputusan akan keluar beberapa bulan ke depan. Meta berharap pengadilan tertinggi akan membatalkan kasus ini, namun banding perusahaan telah ditolak sehingga proses hukum akan terus berjalan.
Analisis Ahli
Neil Richards
Pengungkapan privasi Facebook yang menyesatkan menunjukkan adanya masalah serius dalam transparansi perusahaan teknologi besar.Jeffrey Zients
Prioritas dewan direksi tetap pada privasi pengguna, namun penyelesaian dengan FTC merupakan langkah pragmatis untuk menghindari risiko yang lebih besar.


