Polisi Amankan Demo Ojol di Monas dengan Penutupan Jalan dan Imbauan Lalu Lintas
Bisnis
Manajemen dan Strategi Bisnis
17 Jul 2025
101 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Aksi unjuk rasa pengemudi ojol dilakukan untuk mengekspresikan ketidakpuasan terhadap regulasi yang dianggap merugikan.
Polda Metro Jaya mengerahkan ribuan personel untuk menjaga keamanan selama demonstrasi.
Warga diimbau untuk mencari jalur alternatif untuk menghindari kemacetan selama aksi berlangsung.
Hari ini, pengemudi ojek online dari Jakarta berkumpul dan melakukan demo di kawasan Monas, Jakarta Pusat. Mereka ingin menyampaikan tiga tuntutan utama kepada pemerintah terkait regulasi dan kondisi kerja mereka.
Tuntutan para pengemudi ojol adalah menolak aturan yang memaksa mereka bekerja dengan sistem kerja subordinatif, menolak pemotongan komisi aplikasi sebesar 10%, dan meminta pemerintah mengeluarkan aturan khusus perppu untuk ojek online.
Sebagai langkah pengamanan, pihak kepolisian menurunkan sebanyak 1.437 personel gabungan dari berbagai satuan seperti Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Pusat. Beberapa ruas jalan di sekitar Monas ditutup sebagian untuk mengantisipasi gangguan selama demo.
Penutupan jalan dilakukan mulai dari arah Stasiun Gambir yang menuju Patung Kuda, menggunakan Road Barrier agar aksi dapat berjalan aman dan tertib. Polisi juga mengimbau masyarakat agar menggunakan jalur alternatif di sekitar Silang Selatan Monas untuk menghindari kemacetan.
Demonstrasi ini menjadi upaya pengemudi ojol untuk menyampaikan suara mereka agar pemerintah dapat memperhatikan kondisi dan regulasi yang adil untuk meningkatkan kesejahteraan mereka dalam menjalankan pekerjaan ojek online.
Analisis Ahli
Ahmad Rifai, Pakar Kebijakan Transportasi
Aksi unjuk rasa ini adalah konsekuensi logis dari kebijakan yang belum memperhatikan kesejahteraan pengemudi ojol secara utuh. Regulasi harus dirancang dengan kolaborasi yang baik antara pemerintah, aplikasi, dan para pengemudi agar tercipta win-win solution.

