Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Scale AI PHK 14 Persen Setelah Investasi Billion dari Meta dan Restrukturisasi

Teknologi
Kecerdasan Buatan
artificial-intelligence (8mo ago) artificial-intelligence (8mo ago)
17 Jul 2025
112 dibaca
1 menit
Scale AI PHK 14 Persen Setelah Investasi Billion dari Meta dan Restrukturisasi

Rangkuman 15 Detik

Scale AI melakukan PHK sebagai bagian dari restrukturisasi untuk meningkatkan efisiensi.
Meta baru-baru ini mengakuisisi sebagian besar saham Scale AI dan mendirikan lab baru.
Jason Droege menekankan pentingnya menyesuaikan strategi bisnis dengan permintaan pasar.
Scale AI, penyedia data utama di industri AI, mengumumkan pemutusan hubungan kerja sebanyak 14 persen dari karyawannya, yaitu sekitar 200 orang. Hal ini terjadi hanya sebulan setelah Meta menginvestasikan milyaran dolar dan merekrut CEO Scale AI serta staf penting lainnya. Pemutusan hubungan kerja tersebut juga mencakup 500 kontraktor global dan merupakan bagian dari upaya restrukturisasi besar-besaran untuk merampingkan bisnis data yang digunakan untuk melatih model AI generatif. Meta membeli 49 persen saham Scale AI seharga 14,3 miliar dolar dan membangun laboratorium superintelligence dengan mantan CEO Scale AI, Alexandr Wang, sambil merekrut staf senior dari pesaing mereka. CEO Scale AI, Jason Droege, mengatakan perusahaan mengembangkan kapasitas AI generatif terlalu cepat sehingga terjadi redundansi dan birokrasi yang tidak efisien. Dengan perubahan ini, mereka mengurangi tim dari 16 menjadi 5 pod utama dan fokus pada area dengan potensi pertumbuhan lebih besar. Meskipun ada PHK, Scale AI tetap memiliki sumber daya kuat dan berencana untuk berkembang serta merekrut ribuan karyawan baru di sektor enterprise dan publik pada paruh kedua tahun 2025.

Analisis Ahli

Andrew Ng
Restrukturisasi di Scale AI menunjukkan pentingnya menjaga fokus dan efisiensi dalam pengembangan AI, terutama saat permintaan dan teknologi berubah dengan cepat.
Fei-Fei Li
Pengurangan tenaga kerja memang tak menyenangkan, tapi langkah ini bisa menjadi momen penting untuk menata ulang prioritas bisnis AI agar selaras dengan kebutuhan pasar yang terus berkembang.