Sensor Pintar Baterai Lithium-ion Cegah Kebakaran dan Tingkatkan Keamanan
Teknologi
Kendaraan Listrik dan Baterai
16 Jul 2025
102 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Sensor pintar yang dikembangkan dapat meningkatkan keamanan baterai lithium-ion.
Inovasi ini berpotensi memperpanjang umur baterai dan mengurangi risiko kebakaran.
Pengembangan teknologi ini sejalan dengan upaya mencapai keberlanjutan dan target net-zero.
Penelitian di University of Surrey berhasil menciptakan sensor pintar yang terintegrasi langsung dalam baterai lithium-ion. Teknologi ini bertujuan untuk memonitor kondisi baterai secara real-time agar kebakaran akibat panas berlebih dapat dicegah sejak dini.
Baterai lithium-ion sangat berperan dalam transisi energi menuju net-zero, digunakan dalam berbagai kendaraan dan alat elektronik. Namun, risiko kebakaran karena thermal runaway menjadi tantangan serius untuk keselamatan dan masa pakai baterai.
Sensor pintar yang dikembangkan memantau suhu, tekanan, stres, dan perubahan kimia dalam baterai, sekaligus menggunakan bahan tahan api untuk mengurangi pemanasan berlebih dan meredam risiko kebakaran.
Karena baterai adalah komponen paling mahal dalam kendaraan listrik, menjaga kesehatannya sangat penting. Pemerintah Inggris juga menargetkan larangan mobil bensin dan diesel mulai 2035, sehingga teknologi ini mendukung transisi itu dengan meningkatkan keamanan baterai.
Teknologi ini telah diajukan paten dan peneliti bermaksud bekerja sama dengan industri untuk membawa sensor pintar ini ke pasar demi keselamatan, keberlanjutan, dan performa baterai yang lebih baik.
Analisis Ahli
Kai Yang
Sensor kami tidak hanya memantau kondisi baterai tetapi juga bisa mengintervensi proses pemanasan berlebih, sehingga mengurangi risiko kebakaran secara signifikan.Ravi Silva
Keamanan baterai adalah tantangan terbesar menuju transisi kendaraan listrik. Teknologi sensor ini sangat penting untuk mendukung target net-zero dengan cara yang aman dan berkelanjutan.

