Serangan Siber Besar di Co-op: Data 6,5 Juta Anggota Dicuri Hacker
Teknologi
Keamanan Siber
16 Jul 2025
74 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Co-op mengalami pencurian data pelanggan dalam serangan siber besar-besaran.
Kelompok hacker Scattered Spider menggunakan taktik penipuan untuk menyerang sektor ritel.
Serangan ini menunjukkan pentingnya cybersecurity bagi perusahaan ritel.
Pada bulan April, perusahaan ritel besar asal Inggris, Co-op, mengalami serangan siber yang menyebabkan pengambilan data pribadi dari 6,5 juta anggotanya. Data yang dicuri termasuk nama, alamat, dan informasi kontak mereka.
Kelompok peretas bernama Scattered Spider menggunakan trik rekayasa sosial untuk mengelabui bagian bantuan TI perusahaan dan mendapatkan akses ke jaringan. Beruntung, Co-op segera mematikan jaringannya sebelum serangan ransomware berhasil mengunci sistem.
Selain Co-op, serangan serupa juga menargetkan perusahaan lain seperti Marks & Spencer dan Harrods. Polisi Inggris telah menangkap empat orang yang diduga terkait dengan serangan siber ini, termasuk tiga pria dan satu wanita yang berusia antara 17 dan 20 tahun.
Serangan-serangan ini merupakan bagian dari kampanye yang lebih luas yang mencakup sektor penerbangan, transportasi, dan asuransi, yang semuanya menyimpan data konsumen dalam jumlah besar. Hal ini tentu saja meningkatkan risiko kebocoran data yang serius secara berkelanjutan.
Co-op menghadapi potensi biaya besar akibat serangan ini karena mereka tidak memiliki asuransi keamanan siber. Walaupun dampak finansial pastinya belum diketahui, kejadian ini menjadi peringatan penting bagi perusahaan dalam memperkuat keamanan digital mereka.
Analisis Ahli
Brian Krebs
Serangan ini sangat cerdas dengan teknik social engineering yang membuktikan bahwa pertahanan tekno saja tidak cukup, pelatihan karyawan adalah kunci utama.Mikko Hypponen
Kelompok hacker muda seperti Scattered Spider menjadi ancaman serius dengan modus operandi yang terus berevolusi, mengharuskan perusahaan meningkatkan pendekatan keamanan mereka.

