Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Serangan Siber Besar di Co-op: Data 6,5 Juta Anggota Dicuri Hacker

Teknologi
Keamanan Siber
News Publisher
16 Jul 2025
68 dibaca
1 menit
Serangan Siber Besar di Co-op: Data 6,5 Juta Anggota Dicuri Hacker

AI summary

Co-op mengalami pencurian data pelanggan dalam serangan siber besar-besaran.
Kelompok hacker Scattered Spider menggunakan taktik penipuan untuk menyerang sektor ritel.
Serangan ini menunjukkan pentingnya cybersecurity bagi perusahaan ritel.
Pada bulan April, perusahaan ritel besar asal Inggris, Co-op, mengalami serangan siber yang menyebabkan pengambilan data pribadi dari 6,5 juta anggotanya. Data yang dicuri termasuk nama, alamat, dan informasi kontak mereka.Kelompok peretas bernama Scattered Spider menggunakan trik rekayasa sosial untuk mengelabui bagian bantuan TI perusahaan dan mendapatkan akses ke jaringan. Beruntung, Co-op segera mematikan jaringannya sebelum serangan ransomware berhasil mengunci sistem.Selain Co-op, serangan serupa juga menargetkan perusahaan lain seperti Marks & Spencer dan Harrods. Polisi Inggris telah menangkap empat orang yang diduga terkait dengan serangan siber ini, termasuk tiga pria dan satu wanita yang berusia antara 17 dan 20 tahun.Serangan-serangan ini merupakan bagian dari kampanye yang lebih luas yang mencakup sektor penerbangan, transportasi, dan asuransi, yang semuanya menyimpan data konsumen dalam jumlah besar. Hal ini tentu saja meningkatkan risiko kebocoran data yang serius secara berkelanjutan.Co-op menghadapi potensi biaya besar akibat serangan ini karena mereka tidak memiliki asuransi keamanan siber. Walaupun dampak finansial pastinya belum diketahui, kejadian ini menjadi peringatan penting bagi perusahaan dalam memperkuat keamanan digital mereka.

Experts Analysis

Brian Krebs
Serangan ini sangat cerdas dengan teknik social engineering yang membuktikan bahwa pertahanan tekno saja tidak cukup, pelatihan karyawan adalah kunci utama.
Mikko Hypponen
Kelompok hacker muda seperti Scattered Spider menjadi ancaman serius dengan modus operandi yang terus berevolusi, mengharuskan perusahaan meningkatkan pendekatan keamanan mereka.
Editorial Note
Kasus ini menunjukkan betapa pentingnya manajemen risiko siber yang proaktif dan kesadaran keamanan dalam organisasi ritel besar. Kurangnya asuransi siber pada Co-op memperlihatkan bahwa banyak perusahaan belum siap menghadapi konsekuensi finansial dari serangan ini, yang bisa berakibat fatal di masa depan.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.