Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

AS Anggarkan 1 Miliar untuk Serangan Siber Sambil Pangkas Dana Perlindungan

Teknologi
Keamanan Siber
cyber-security (8mo ago) cyber-security (8mo ago)
15 Jul 2025
284 dibaca
1 menit
AS Anggarkan 1 Miliar untuk Serangan Siber Sambil Pangkas Dana Perlindungan

Rangkuman 15 Detik

Pengeluaran untuk operasi siber ofensif meningkat, sementara anggaran untuk keamanan siber dipangkas.
Kritik terhadap kebijakan ini mencakup risiko retaliasi terhadap entitas di dalam negeri.
Perhatian terhadap ancaman siber dari negara-negara seperti China menjadi semakin penting dalam konteks kebijakan keamanan nasional.
Pemerintah Trump mengumumkan rencana mengeluarkan 1 miliar dolar untuk operasi siber ofensif dalam empat tahun ke depan. Dana ini akan digunakan untuk memperkuat kemampuan militer di wilayah Asia-Pasifik, terutama untuk menghadapi China. Di saat yang sama, anggaran untuk pertahanan siber justru dipangkas sebesar 1 miliar dolar. Pemotongan ini juga menyasar pada agen keamanan siber seperti CISA yang mengalami pemecatan besar-besaran. Operasi siber ofensif meliputi berbagai tindakan mulai dari menggunakan celah keamanan baru, menyebarkan spyware, hingga infrastruktur dan pengumpulan data intelijen. Namun rincian spesifik mengenai operasi ini tidak diungkap. Senator Ron Wyden mengkritik kebijakan ini karena dianggap memperlemah pertahanan siber nasional dan berpotensi memicu balas dendam siber dari musuh yang merugikan banyak pihak di dalam negeri. Situasi ini terjadi di tengah meningkatnya ancaman siber dari China dan negara lain, sehingga kebijakan ini menimbulkan kekhawatiran mengenai keamanan dan kesiapan menghadapi serangan siber.

Analisis Ahli

Senator Ron Wyden
Memperbesar operasi hacking pemerintah AS tanpa memperkuat pertahanan justru akan membuka celah serangan yang lebih besar oleh hacker negara lain, termasuk pada sektor kritikal seperti rumah sakit dan pemerintahan lokal.