China Produksi Uranium Pertama dengan Teknologi Hijau di Inner Mongolia
Sains
Iklim dan Lingkungan
14 Jul 2025
96 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
China telah berhasil memproduksi uranium alami pertama dari proyek domestiknya yang inovatif.
Teknologi in situ leaching memungkinkan ekstraksi uranium yang lebih ramah lingkungan dan efisien.
Proyek ini menandai pergeseran fokus pertambangan uranium Cina menuju daerah baru dengan cadangan besar di Mongolia Dalam.
China telah memproduksi uranium alam pertamanya dari proyek terbesar domestik bernama National No 1 Uranium di Ordos, Inner Mongolia. Proyek ini menggunakan teknologi modern yang ramah lingkungan dan efisien, menandai babak baru dalam penambangan uranium di negara tersebut.
Selama ini, penambangan uranium di China fokus pada deposit batu granit di provinsi Jiangxi. Namun, penemuan deposit uranium jenis batu pasir di wilayah utara seperti Inner Mongolia membuka peluang baru.
Teknologi in situ leaching yang baru memungkinkan ekstraksi uranium dengan cara menyuntikkan larutan khusus ke dalam tambang bawah tanah, yang melarutkan uranium dan memudahkan pengambilan. Metode ini menghindari kerusakan lingkungan seperti limbah radioaktif dan penggalian terowongan.
Proyek di Inner Mongolia ini selesai dalam waktu singkat, hanya satu tahun, dan bertujuan meningkatkan daya saing dalam produksi uranium serta memberikan dukungan besar terhadap keamanan energi dan transisi ke energi hijau di sektor nuklir China.
Dengan cadangan uranium besar dan metode penambangan yang modern dan aman, China kini menjadi pemimpin dunia dalam kapasitas pembangkit tenaga nuklir, sekaligus mengurangi ketergantungan impor uranium.
Analisis Ahli
Yuan Xu
Proyek ini menandai era baru yang mengadopsi teknologi modern untuk penambangan uranium, memberikan efisiensi dan perlindungan lingkungan yang optimal.

