Waspadai Captcha Palsu dan Iklan Berbahaya, Modus Baru Curi Data Siber
Teknologi
Keamanan Siber
24 Agt 2025
49 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Modus penipuan siber semakin canggih dengan memanfaatkan halaman Captcha palsu.
Lumma stealer adalah malware yang serius dan dapat menguras data serta aset pengguna.
Pengguna perlu lebih berhati-hati saat menjelajah internet dan tidak sembarangan mengikuti instruksi yang mencurigakan.
Penipuan siber semakin canggih dengan memanfaatkan tombol Captcha palsu yang biasanya muncul di situs web untuk memastikan pengguna bukan robot. Kini, tombol ini justru dimanfaatkan para penjahat untuk mencuri data penting pengguna hingga menguras rekening mereka.
Kaspersky menemukan modus baru yang menyasar pengguna PC Windows. Saat pengguna sedang browsing, mereka tanpa sadar mengeklik iklan yang menutupi layar, kemudian diarahkan ke situs dengan Captcha palsu dan pesan error Chrome yang juga palsu.
Dari situs tersebut, korban diperdaya mengunduh malware berbahaya bernama Lumma stealer. Malware ini mampu mencuri berbagai data, seperti aset kripto, cookie, kredensial akun, tangkapan layar hingga mengendalikan perangkat dari jarak jauh.
Selama September hingga Oktober 2024, lebih dari 140.000 insiden iklan berbahaya terjadi. Sekitar 20.000 pengguna dialihkan ke halaman dengan skrip berbahaya. Negara yang paling banyak terdampak adalah Brasil, Spanyol, Italia, dan Rusia.
Pakar keamanan mengingatkan agar pengguna lebih kritis dan selalu berhati-hati ketika melihat iklan atau perintah yang mencurigakan di dunia maya untuk menghindari penipuan dan pencurian data yang dapat merugikan secara besar.
Analisis Ahli
Vasily Kolesnikov
Para penjahat membeli slot iklan yang disebar dalam jaringan luas sehingga serangan bisa mencapai banyak pengguna dengan skenario baru, menandakan evolusi serius dalam jenis serangan siber yang harus diwaspadai.

