Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Chip AI Nvidia di China Mahal dan Berkinerja Lagging Dibanding Pasar Gelap

Teknologi
Kecerdasan Buatan
News Publisher
16 Sep 2025
174 dibaca
2 menit
Chip AI Nvidia di China Mahal dan Berkinerja Lagging Dibanding Pasar Gelap

AI summary

RTX6000D dari Nvidia menghadapi permintaan yang rendah di pasar Tiongkok karena harga dan performa yang tidak kompetitif.
Perusahaan Tiongkok seperti Alibaba, Tencent, dan ByteDance sangat bergantung pada chip AI untuk kemajuan teknologi mereka.
Pembatasan ekspor oleh pemerintah AS terus mempengaruhi kemampuan perusahaan Tiongkok untuk mengakses teknologi terbaru.
Nvidia meluncurkan chip terbaru bernama RTX6000D yang ditujukan untuk pasar China, khususnya untuk tugas kecerdasan buatan atau AI inference. Namun, chip ini dianggap terlalu mahal oleh perusahaan-perusahaan teknologi besar di China seperti Alibaba, Tencent, dan ByteDance. Permintaan untuk chip ini kurang menggembirakan karena performanya tidak sebanding dengan harganya.Berdasarkan informasi dari dalam proses pembelian, chip RTX6000D memiliki harga sekitar 50.000 yuan atau sekitar 7.000 dolar AS. Walaupun demikian, performa chip ini sebenarnya tertinggal dibandingkan dengan RTX5090, sebuah chip yang dilarang oleh pemerintah AS untuk dijual di China, tapi masih bisa didapatkan lewat pasar gelap dengan harga kurang dari setengah dari RTX6000D.Para perusahaan teknologi besar di China juga menunggu kepastian atas pengiriman chip Nvidia H20 yang sempat mendapatkan izin dari pemerintah AS pada bulan Juli, tetapi pengiriman tersebut belum dimulai hingga saat ini. Selain itu, mereka berharap chip Nvidia B30A, yang merupakan GPU lebih kuat dari H20, juga akan segera disetujui untuk masuk ke pasar China.Ketiga chip yang disebutkan merupakan versi downgrade dari GPU Nvidia yang dijual di luar China. Hal ini dilakukan untuk mematuhi pembatasan ekspor yang diberlakukan oleh pemerintah AS yang bertujuan mengendalikan kemajuan teknologi di China dan mempertahankan keunggulan mereka dalam pengembangan AI.Dengan harga tinggi dan performa yang terbatas, serta ketidakpastian regulasi, Nvidia menghadapi tantangan besar dalam memasarkan chip AI mereka di China. Perusahaan teknologi di China cenderung menunggu kepastian atau mencari alternatif yang lebih ekonomis, yang dapat berdampak pada strategi Nvidia di pasar teknologi global.

Experts Analysis

Dr. Andi Sutanto (Ahli Teknologi AI Indonesia)
Pembatasan ekspor seperti ini memang membatasi akses teknologi canggih ke pasar besar seperti China, namun juga membuka peluang bagi pengembangan teknologi lokal yang lebih mandiri. Nvidia perlu lebih fleksibel dalam menyesuaikan produknya agar tetap kompetitif di pasar seperti China.
Editorial Note
Situasi ini menunjukkan dilema serius antara regulasi pemerintah yang melindungi keunggulan teknologi domestik dan kebutuhan praktis perusahaan yang mengutamakan efisiensi biaya dan performa terbaik. Nvidia harus menemukan pendekatan yang lebih seimbang agar tetap bisa bertahan di pasar China tanpa kehilangan pangsa pasar dari rival lokal atau solusi ilegal.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.