Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

China Tampil Bersaing dalam AI lewat Konferensi AI Dunia di Shanghai

Teknologi
Kecerdasan Buatan
SCMP SCMP
10 Jul 2025
300 dibaca
2 menit
China Tampil Bersaing dalam AI lewat Konferensi AI Dunia di Shanghai

Rangkuman 15 Detik

China berusaha untuk menunjukkan kepemimpinannya dalam teknologi kecerdasan buatan di panggung internasional.
WAIC menjadi platform penting bagi China untuk mempromosikan pandangan regulasi AI yang berbeda.
Konferensi ini menarik perhatian banyak perusahaan dan individu terkemuka dari seluruh dunia.
China semakin meningkatkan persaingan global dalam kecerdasan buatan (AI) dengan menjadi tuan rumah World Artificial Intelligence Conference (WAIC) selama tiga hari mulai 26 Juli di Shanghai. Acara ini bertujuan memamerkan kemajuan teknologi AI dan visi China dalam mengatur penggunaan AI secara global. Pada konferensi tersebut, lebih dari 3.000 produk teknologi tinggi akan dipamerkan, termasuk 40 model bahasa besar, 50 perangkat AI, dan 60 robot cerdas. Mayoritas dari produk ini dikembangkan oleh perusahaan dan institusi China yang menunjukkan kemampuan besar di bidang AI. Selain pameran produk, acara ini diikuti dengan pertemuan tingkat tinggi mengenai tata kelola AI yang ingin menyebarkan ‘kebijaksanaan Cina’ melalui pendekatan teknologi sumber terbuka. Pendekatan ini sinergi dengan model AI yang dikembangkan oleh DeepSeek dan Alibaba. WAIC juga menjadi platform strategis untuk meningkatkan pengaruh China di industri AI internasional. Beberapa perusahaan global seperti Siemens dan Schneider diperkirakan hadir, sementara tokoh terkenal seperti Jack Ma, Pony Ma, dan Elon Musk pernah berpartisipasi di masa lalu. Keikutsertaan tokoh penting seperti Premier Li Qiang dan dukungan dari Presiden Xi Jinping menunjukkan betapa pentingnya acara ini bagi kebijakan dan strategi nasional China dalam AI, serta upayanya memperkuat posisi di pentas teknologi dunia.

Analisis Ahli

Andrew Ng
China’s push in AI governance at WAIC represents a significant move to shape global norms, reflecting the geopolitical tussle in technology leadership.