AI summary
Investors are closely monitoring the Politburo meeting for potential policy shifts. There is increasing concern about competition in the e-commerce sector affecting companies like JD.com. The end of the tariff ceasefire between the US and China may lead to renewed tensions and negotiations. Pasar saham Hong Kong bergerak tidak menentu pada hari Kamis karena investor menunggu keputusan kebijakan baru dari Beijing menyusul memburuknya deflasi di China. Deflasi ini telah berlangsung hampir tiga tahun dan diperkirakan akan dibahas dalam pertemuan Politburo yang akan datang.Indeks saham utama di Hong Kong seperti Hang Seng dan Hang Seng Tech mengalami penurunan minor, sementara indeks di daratan China seperti CSI 300 dan Shanghai Composite justru menunjukkan kenaikan kecil. Beberapa perusahaan teknologi dan properti melaporkan kenaikan harga saham signifikan.Investor juga memperhatikan kemungkinan negosiasi tarif baru antara China dan Amerika Serikat karena masa gencatan senjata tarif 90 hari akan berakhir awal Agustus, yang dapat memicu ketegangan perdagangan lebih lanjut dan memengaruhi pasar saham Asia.Presiden AS Donald Trump mengumumkan akan menaikkan tarif impor untuk beberapa negara seperti Brasil, setelah sebelumnya menerapkan tarif pada Jepang dan Korea Selatan. Hal ini menambah ketidakpastian kondisi perdagangan global yang berdampak pada pasar kawasan Asia.Secara keseluruhan, investor menantikan sinyal dari pemerintah China melalui pertemuan Politburo bagaimana mereka akan menangani deflasi dan kelebihan pasokan di berbagai sektor industri, sekaligus merespon tekanan ekonomi dan politik global yang sedang berlangsung.
Deflasi yang berkepanjangan di China sangat mengkhawatirkan karena dapat menekan pertumbuhan ekonomi jangka panjang dan memperparah kelebihan pasokan di beberapa industri. Jika kebijakan pemerintah tidak cukup cepat dan efektif, pasar saham regional bisa terus mengalami volatilitas dan investor akan cenderung berhati-hati.