Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Activision Tarik Call of Duty WWII di PC Microsoft Store Karena Bahaya Hacker

Teknologi
Keamanan Siber
cyber-security (9mo ago) cyber-security (9mo ago)
09 Jul 2025
258 dibaca
2 menit
Activision Tarik Call of Duty WWII di PC Microsoft Store Karena Bahaya Hacker

Rangkuman 15 Detik

Activision telah mengambil Call of Duty: WWII offline karena masalah peretasan yang serius.
Pemain mengalami risiko keamanan tinggi saat bermain versi tertentu dari game ini.
Perusahaan perlu memperkuat tim keamanan siber mereka untuk mencegah insiden serupa di masa depan.
Activision baru-baru ini menarik game Call of Duty: WWII versi PC yang tersedia di Microsoft Store dan Game Pass karena ditemukan celah keamanan berbahaya. Celah ini memungkinkan hacker untuk mengambil alih komputer pemain melalui sebuah bug bernama remote code execution (RCE). Akibatnya, beberapa pemain mengaku komputer mereka diretas saat bermain game tersebut. Bug ini hanya terdapat pada versi game yang diunduh melalui Microsoft Store dan Game Pass karena versi ini berbeda dari yang ada di Steam. Versi Steam sudah diperbaiki dan tidak terpengaruh masalah keamanan ini. Mereka yang mengunduh game melalui Microsoft Store saat ini tidak bisa memainkannya sampai patch perbaikan selesai. Activision sudah menyadari masalah ini dan sedang melakukan investigasi sambil merilis patch. Namun, perusahaan tidak memberikan komentar resmi kepada media dan pengguna game. Meski begitu, informasi dari sumber internal menyebutkan bahwa perusahaan memang menarik game ini untuk menghindari korban peretasan lebih banyak. Masalah ini bukan kali pertama bagi Activision yang sebelumnya telah menerima banyak laporan tentang hacking dan malware yang menyasar pemain game mereka. Termasuk hacker yang pernah memakai celah di sistem anti-cheat dan malware pencuri data yang menyebar di komunitas pemain Call of Duty. Situasi ini makin memperlihatkan pentingnya keamanan siber, terutama dalam dunia game online. Apalagi Activision sempat melakukan PHK sebagian tim keamanan mereka, yang mungkin berdampak pada tingkat kesiapan menghadapi serangan seperti ini. Para gamer diimbau untuk berhati-hati sampai patch resmi dirilis.

Analisis Ahli

Pakar Keamanan Siber Indonesia
Kelemahan seperti RCE merupakan celah serius karena memungkinkan hacker mengakses komputer korban secara langsung. Perusahaan game harus melakukan audit dan pembaruan secara rutin agar tidak menjadi sasaran malware dan eksploitasi.
Analis Industri Game Asia Tenggara
Masalah ini bukan hanya risiko keamanan teknis, tetapi juga reputasi, karena bisa mempengaruhi loyalitas pemain dan pendapatan jangka panjang dari layanan game online.