Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Mayoritas 100 Ahli AI Terbaik Dunia Berasal dari Keturunan Tionghoa

Teknologi
Kecerdasan Buatan
SCMP SCMP
07 Jul 2025
148 dibaca
2 menit
Mayoritas 100 Ahli AI Terbaik Dunia Berasal dari Keturunan Tionghoa

Rangkuman 15 Detik

Sebagian besar peneliti terkemuka dalam kecerdasan buatan berasal dari Tiongkok.
Kerjasama antara organisasi internasional dan perusahaan teknologi lokal penting untuk mengidentifikasi potensi peneliti.
Kontribusi peneliti keturunan Tiongkok di AS menunjukkan dampak global mereka dalam bidang kecerdasan buatan.
Sebuah studi besar telah mengkaji hampir 200.000 peneliti dan 100.000 makalah penting di bidang kecerdasan buatan (AI) untuk mengidentifikasi 100 ahli teratas dunia. Studi ini menunjukkan bahwa para ahli berdarah Tionghoa mendominasi dalam bidang AI, baik yang berlokasi di Tiongkok maupun di Amerika Serikat. Menurut laporan, setengah dari para ahli AI terkemuka dunia bekerja dan tinggal di Tiongkok, dengan total 50 ahli yang berketurunan Tionghoa. Selain itu, 20 ahli lainnya bekerja di Amerika Serikat, dan setengah dari mereka juga berketurunan Tionghoa, menjadikan total 65 ahli AI dunia berakar dari keturunan Tionghoa. Penilaian dilakukan dengan menggunakan data dari berbagai publikasi terkemuka dan konferensi penting dalam bidang AI, di antaranya Journal of Machine Learning Research dan IEEE Transactions on Pattern Analysis and Machine Intelligence. Periode analisis berlangsung dari tahun 2015 sampai 2024. Salah satu contoh tokoh penting adalah Jun-Yan Zhu, seorang asisten profesor di Carnegie Mellon University di Amerika Serikat, yang termasuk dalam 100 ahli AI teratas berdasarkan data studi ini. Studi ini menunjukkan bahwa kontribusi dari para ilmuwan berdarah Tionghoa sangat besar di bidang kecerdasan buatan. Hasil studi ini dipresentasikan dalam sebuah konferensi di Beijing dan dikerjakan oleh ITPO China yang merupakan bagian dari UNIDO dan perusahaan teknologi asal Shenzhen, Dongbi Data. Studi ini memberikan gambaran penting tentang bagaimana para peneliti keturunan Tionghoa mempengaruhi perkembangan teknologi AI secara global.

Analisis Ahli

Andrew Ng
Jumlah ahli AI sangat penting, tetapi kualitas kolaborasi internasional dan adopsi teknologi dalam industri juga harus menjadi fokus untuk menciptakan dampak yang signifikan secara global.