Bagaimana EY Membantu Perusahaan Menggabungkan AI dan Tenaga Kerja Manusia di 2025
Teknologi
Kecerdasan Buatan
04 Jul 2025
95 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
AI dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi di tempat kerja.
Kolaborasi antara manusia dan AI harus dilakukan secara seamless dan intuitif.
Perusahaan harus fokus pada merombak cara kerja, bukan hanya melatih tenaga kerja untuk menggunakan teknologi baru.
Banyak karyawan merasa cemas dengan kehadiran Artificial Intelligence (AI) di dunia kerja, takut kehilangan peran mereka. Sementara itu, para eksekutif dan investor ingin tahu bagaimana AI dapat meningkatkan keuntungan dan daya saing perusahaan. Konsultan teknologi seperti EY hadir membantu perusahaan memahami dan mengadopsi AI secara efektif.
Jason Noel, CTO divisi konsultasi EY di Amerika, menjelaskan bahwa penggunaan AI dalam meningkatkan produktivitas akan semakin banyak. AI bukan menghilangkan pekerjaan, melainkan bekerja bersama manusia melalui sistem yang memadukan kemampuan teknologi dan kecerdasan manusia.
EY mengembangkan aplikasi generasi baru yang menampilkan informasi penting berdasarkan peran pekerjaan, memberi saran secara otomatis lewat AI, dan memungkinkan manusia untuk mengevaluasi dan mengubah keputusan sebelum diimplementasikan. Contohnya, AI dapat membantu seorang pengarah kapal pesiar mengelola tenaga kerja dan sumber daya kapal berdasarkan data cuaca dan perilaku penumpang.
Penting bagi perusahaan untuk bukan hanya melatih pekerja menggunakan AI, tapi juga memikirkan ulang fungsi pekerjaan yang ada untuk memaksimalkan nilai dan efisiensi yang dapat dicapai bersama teknologi ini. Keterlibatan manusia tetap dibutuhkan sebagai penentu akhir dari keputusan yang dihasilkan AI.
Dengan pendekatan konvergensi antara tenaga kerja manusia dan digital, EY meyakini AI akan menjadi alat utama yang memperkuat kualitas pekerjaan, bukan menggantikan peran manusia secara penuh. Hal ini sudah mulai diterapkan dan terbukti sukses di beberapa klien besar EY.
Analisis Ahli
Andrew Ng
Kolaborasi antara AI dan tenaga kerja manusia akan menjadi kunci untuk mengoptimalkan efisiensi kerja, bukan sebagai ancaman pengganti pekerjaan.Fei-Fei Li
Penting bagi teknologi AI untuk didesain agar memperkuat kemampuan manusia, bukan meniadakan keberadaan mereka di lingkungan kerja.