Penemuan Material Baru dengan AI untuk Bersihkan Radioaktif Iodin di Air
Sains
Iklim dan Lingkungan
05 Jul 2025
181 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Penelitian ini menunjukkan potensi AI dalam mengidentifikasi material baru untuk penghapusan kontaminan radioaktif.
Material baru yang dikembangkan menunjukkan efisiensi tinggi dalam menghilangkan iodate dari air.
Kerjasama antara institusi akademik dan penelitian dapat mempercepat pengembangan solusi untuk masalah lingkungan akibat energi nuklir.
Radioaktif iodine, terutama isotop I-129, adalah limbah nuklir yang sangat berbahaya karena sangat sulit dihilangkan dan memiliki masa paruh yang panjang, yaitu 15,7 juta tahun. I-129 sangat mudah berpindah di lingkungan, terutama dalam bentuk iodate yang larut dalam air, sehingga sangat penting menemukan cara efektif untuk menghilangkannya.
Tim peneliti dari Korea Advanced Institute of Science and Technology (KAIST) dan Korea Research Institute of Chemical Technology (KRICT) menggunakan kecerdasan buatan atau AI untuk menemukan material baru yang mampu menjebak iodate dengan sangat efisien. Pendekatan ini menghemat waktu dan tenaga dibandingkan metode coba-coba manual yang konvensional.
Mereka fokus pada jenis material yang disebut Layered Double Hydroxides (LDHs) yang dikenal dapat menarik partikel bermuatan negatif. Dari ribuan kombinasi logam yang mungkin, AI membantu mengidentifikasi material terbaik yang terdiri dari tembaga, kromium, besi, dan aluminium dengan efisiensi penjerapan iodate lebih dari 90 persen.
Material ini ternyata lebih unggul dibandingkan bahan penjerap tradisional berbasis perak yang selama ini kurang efektif menangkap iodate. Hanya dengan menguji 16 persen dari semua kemungkinan kombinasi, tim berhasil menemukan material optimal, menunjukkan efisiensi besar dari penggunaan AI dalam penelitian lingkungan nuklir.
Saat ini, teknologi ini sedang dipatenkan dan pengembangan lebih lanjut dilakukan agar dapat digunakan dalam penyaringan air di situs nuklir yang terkontaminasi. Tim peneliti juga mencari kerjasama untuk mengembangkan produk berbasis material baru agar dapat diaplikasikan secara luas di lapangan.
Analisis Ahli
Ho Jin Ryu
Pendekatan AI mempercepat penemuan material efektif yang punya potensi besar untuk solusi pembersihan limbah nuklir di masa depan.Juhwan Noh
Hasil riset ini adalah bukti nyata bagaimana pembelajaran mesin dapat mengurangi waktu dan biaya pada penelitian material kompleks.

