Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Ilmuwan Ungkap Wajah Wanita 10.500 Tahun Lalu dengan DNA Kuno

Sains
Kesehatan dan Obat-obatan
News Publisher
04 Jul 2025
115 dibaca
2 menit
Ilmuwan Ungkap Wajah Wanita 10.500 Tahun Lalu dengan DNA Kuno

AI summary

Penelitian DNA kuno dapat memberikan wawasan baru tentang penampilan manusia prasejarah.
Ada variasi genetik yang signifikan dalam populasi pemburu-pengumpul Eropa.
Temuan ini menantang asumsi sebelumnya tentang homogenitas genetik di Eropa pada masa lalu.
Para peneliti dari Universitas Ghent berhasil merekonstruksi wajah seorang wanita yang hidup sekitar 10.500 tahun lalu menggunakan DNA kuno dari kerangka yang ditemukan di gua Margaux Dinant. Wanita ini diperkirakan berusia antara 35 hingga 60 tahun saat meninggal dunia dan memiliki mata berwarna biru.Penelitian ini menantang asumsi sebelumnya tentang satu jenis warna kulit yang sama bagi manusia pemburu-peramu di Eropa Barat pada masa Mesolitikum. Wanita tersebut diketahui memiliki kulit yang lebih terang daripada kebanyakan manusia dari periode yang sama di wilayah tersebut.Dari analisa genetika, wanita ini berasal dari populasi yang sama dengan Manusia Cheddar yang juga hidup di wilayah yang sekarang menjadi Inggris, namun ia memiliki hidung yang tinggi dan alis yang tegas, memberikan gambaran fisik yang lebih kompleks daripada yang diduga sebelumnya.Penemuan DNA berkualitas baik dari fosil memungkinkan para ilmuwan melakukan rekonstruksi wajah dengan detail tinggi. Situs gua tempat fosil ditemukan juga menunjukkan bukti adanya ritual atau simbolisme, seperti penggunaan oker dan penutupan jenazah dengan batu.Penemuan ini memberikan wawasan baru tentang variasi genetik dan fisik populasi manusia kuno di Eropa Barat, memperkaya pemahaman kita tentang keragaman genetik di masa lalu dan bagaimana manusia pemburu-peramu hidup secara sosial dan budaya.

Experts Analysis

Isabelle De Groote
Variasi genetik dan fisik dari populasi Mesolitikum menunjukkan bahwa komunitas pemburu-peramu di Eropa Barat memiliki keragaman yang signifikan, berbeda dengan anggapan sebelumnya.
Philippe Crombe
Penemuan tersebut sedikit mengejutkan namun logis mengingat wilayah Eropa Barat yang luas memiliki variasi genetik, sebagaimana terlihat pada populasi sekarang.
Editorial Note
Penemuan ini membuka paradigma baru dalam studi antropologi dengan menunjukkan bahwa populasi manusia purba lebih beragam daripada asumsi lama. Ini menegaskan pentingnya penggunaan teknologi DNA modern untuk merevisi narasi sejarah yang kerap terlalu simplistik dan homogen.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.