Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Metode Baru Ekstraksi Emas dari Limbah Elektronik yang Ramah Lingkungan

Sains
Iklim dan Lingkungan
climate-and-environment (9mo ago) climate-and-environment (9mo ago)
04 Jul 2025
221 dibaca
1 menit
Metode Baru Ekstraksi Emas dari Limbah Elektronik yang Ramah Lingkungan

Rangkuman 15 Detik

Limbah elektronik mengandung potensi emas yang berharga.
Metode baru untuk ekstraksi emas lebih aman dan ramah lingkungan.
Daur ulang limbah elektronik dapat membantu mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan.
Limbah elektronik seperti kabel dan ponsel yang rusak selama ini dianggap tidak berguna, padahal sebenarnya mengandung logam berharga seperti emas. Para peneliti menemukan bahwa satu papan sirkuit bisa mengandung ratusan miligram emas per kilogramnya. Namun sayangnya, proses ekstraksi emas yang umum digunakan selama ini memakai bahan kimia berbahaya seperti sianida dan merkuri, yang berpotensi mencemari lingkungan dan membahayakan kesehatan manusia serta hewan di sekitar tempat ekstraksi. Para ilmuwan dari Flinders University di Australia berhasil menemukan metode baru yang lebih aman dan ramah lingkungan. Mereka menggunakan senyawa trichloroisocyanuric acid yang biasa dipakai untuk mendesinfeksi air, untuk melarutkan emas dari papan sirkuit bekas. Dalam prosesnya, emas yang sudah larut kemudian diikat menggunakan polimer khusus yang kaya akan sulfur. Polimer ini bisa menangkap emas dengan selektif, bahkan ketika ada berbagai logam lain di sekitar. Polimer tersebut juga dapat diurai kembali sehingga emas bisa dipisahkan dengan mudah. Penemuan ini menjadi langkah penting untuk mendukung daur ulang limbah elektronik secara lebih aman dan ramah lingkungan, sekaligus membuka peluang baru dalam pengelolaan limbah elektronik di seluruh dunia.

Analisis Ahli

Profesor Justin Chalker
Metode ini akan mengubah paradigma daur ulang emas elektronik dengan menggabungkan efektivitas ekstraksi dan pendekatan yang jauh lebih ramah lingkungan dan aman bagi manusia.