Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Metode Baru Ekstraksi Emas Dari Limbah Elektronik Yang Ramah Lingkungan

Sains
Iklim dan Lingkungan
News Publisher
04 Jul 2025
1092 dibaca
1 menit
Metode Baru Ekstraksi Emas Dari Limbah Elektronik Yang Ramah Lingkungan

TLDR

Limbah elektronik mengandung potensi emas yang berharga.
Metode baru untuk ekstraksi emas lebih aman dan ramah lingkungan.
Daur ulang limbah elektronik dapat membantu mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan.
Limbah elektronik seperti kabel dan ponsel yang rusak selama ini dianggap tidak berguna, padahal sebenarnya mengandung logam berharga seperti emas. Para peneliti menemukan bahwa satu papan sirkuit bisa mengandung ratusan miligram emas per kilogramnya.Namun sayangnya, proses ekstraksi emas yang umum digunakan selama ini memakai bahan kimia berbahaya seperti sianida dan merkuri, yang berpotensi mencemari lingkungan dan membahayakan kesehatan manusia serta hewan di sekitar tempat ekstraksi.Para ilmuwan dari Flinders University di Australia berhasil menemukan metode baru yang lebih aman dan ramah lingkungan. Mereka menggunakan senyawa trichloroisocyanuric acid yang biasa dipakai untuk mendesinfeksi air, untuk melarutkan emas dari papan sirkuit bekas.Dalam prosesnya, emas yang sudah larut kemudian diikat menggunakan polimer khusus yang kaya akan sulfur. Polimer ini bisa menangkap emas dengan selektif, bahkan ketika ada berbagai logam lain di sekitar. Polimer tersebut juga dapat diurai kembali sehingga emas bisa dipisahkan dengan mudah.Penemuan ini menjadi langkah penting untuk mendukung daur ulang limbah elektronik secara lebih aman dan ramah lingkungan, sekaligus membuka peluang baru dalam pengelolaan limbah elektronik di seluruh dunia.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.