Dampak AI pada Trafik Situs Berita dan Upaya Monetisasi Penerbit
Teknologi
Kecerdasan Buatan
03 Jul 2025
80 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Referral ChatGPT ke penerbit berita meningkat, namun tidak cukup untuk mengimbangi penurunan lalu lintas organik.
Google memperkenalkan Offerwall untuk menawarkan alternatif monetisasi bagi penerbit berita.
Penerbit berita harus beradaptasi dengan perubahan perilaku pengguna dalam konsumsi berita akibat kecerdasan buatan.
Penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam mencari berita semakin meningkat, menyebabkan lebih banyak pengguna mendapatkan informasi langsung dari AI tanpa mengklik situs berita. Hal ini memicu penurunan besar dalam lalu lintas kunjungan situs berita dari sumber pencarian tradisional seperti Google.
Sejak Mei 2024, Google meluncurkan fitur AI Overviews yang menyebabkan hampir 69% pencarian berita tidak menghasilkan klik ke situs berita. Akibatnya, trafik organik situs berita menurun dari 2,3 miliar menjadi kurang dari 1,7 miliar kunjungan.
Di sisi lain, rujukan ChatGPT ke situs berita meningkat pesat, naik hingga 25 kali lipat dari kurang dari 1 juta menjadi lebih dari 25 juta dalam waktu satu tahun, namun hal ini belum mampu menutupi kerugian trafik yang diderita penerbit berita.
Beberapa situs seperti Reuters, NY Post, dan Business Insider mencatat peningkatan rujukan dari ChatGPT yang lebih tinggi dibandingkan dengan The New York Times yang mengalami peningkatan kecil karena adanya sengketa hukum dengan OpenAI.
Untuk menghadapi krisis ini, Google meluncurkan Offerwall yang memungkinkan penerbit mencoba cara baru seperti micropayment dan pendaftaran newsletter untuk menghasilkan pendapatan selain dari iklan, sementara beberapa situs berita lainnya juga menguji berbagai model paywall dan monetisasi alternatif.
Analisis Ahli
Sam Altman
Kemajuan AI memang akan menyebabkan beberapa pekerjaan hilang dan ini akan menimbulkan dampak sosial yang sangat menyakitkan, meskipun secara keseluruhan berpotensi membawa manfaat ekonomi dan sosial.


