Senate AS Batalkan Pajak Energi Terbarukan, Tapi Tetap Batasi Insentif Surya dan Angin
Sains
Iklim dan Lingkungan
02 Jul 2025
206 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
RUU Pengeluaran Partai Republik berpotensi merugikan proyek energi terbarukan.
Dukungan dari senator seperti Lisa Murkowski menjadi kunci dalam pengesahan RUU tersebut.
Kritik terhadap RUU ini berfokus pada dampaknya terhadap harga energi dan pekerjaan di sektor energi bersih.
Senate Republik di Amerika Serikat baru saja meloloskan sebuah rancangan undang-undang besar yang berisi banyak ketentuan terkait anggaran. Meskipun pajak baru yang menargetkan proyek energi terbarukan terkait dengan rantai pasok asing berhasil dihapuskan, rancangan ini tetap memasang batasan ketat yang bisa memperlambat pertumbuhan energi surya dan angin yang sangat penting bagi target pengurangan emisi.
Sebelumnya, upaya untuk menambahkan pajak excise pada proyek energi terbarukan yang memiliki keterkaitan dengan entitas asing, terutama China, menimbulkan kekhawatiran besar dari para pendukung energi bersih. Pajak ini dianggap bisa merusak industri dan menyebabkan kehilangan pekerjaan serta kenaikan biaya listrik. Namun, usulan ini akhirnya dibuang pada menit terakhir setelah banyak penentangan.
Selain isu pajak, rancangan undang-undang ini menetapkan usia batas ketat bagi proyek surya dan angin untuk mulai konstruksi atau beroperasi agar dapat memperoleh insentif pajak yang telah diatur dalam Undang-Undang Pengurangan Inflasi 2022. Banyak proyek diperkirakan kesulitan memenuhi tenggat waktu tersebut karena proses yang panjang seperti perizinan dan pendanaan.
Politik di balik kebijakan ini menunjukkan ketegangan antara anggota parlemen yang ingin mendukung konstituen lokal yang mendapatkan manfaat dari proyek energi terbarukan dengan ideologi nasional yang skeptis atau bahkan menolak energi bersih seperti angin dan surya. Di sisi lain, energi nuklir dan fosil lebih didukung oleh pendukung pemerintahan Trump dan beberapa tokoh industri.
Para ahli energi dan lingkungan sangat prihatin karena kebijakan ini bisa menghambat laju pengembangan energi terbarukan yang sudah terbukti matang dan siap digunakan, sementara permintaan listrik di AS diperkirakan meningkat karena perkembangan AI dan industri manufaktur. Mereka mengingatkan bahwa membatasi energi bersih akan berakibat pada kenaikan biaya, ketidakstabilan jaringan listrik, dan hilangnya banyak pekerjaan.
Analisis Ahli
Nat Keohane
RUU ini menunjukkan ketegangan antara kebutuhan konstituen dan ideologi nasional yang menimbulkan hambatan serius bagi pengembangan energi terbarukan.Manish Bapna
Momen yang sangat buruk untuk menghentikan proyek energi terbarukan saat kebutuhan energi bersih semakin mendesak.Jason Grumet
Upaya sengaja untuk menghambat sumber listrik dengan pertumbuhan tercepat akan meningkatkan biaya energi dan mengurangi keandalan jaringan.
