Senat AS Setujui RUU Besar Perpajakan dan Pemotongan Program Sosial Trump
Finansial
Kebijakan Fiskal
02 Jul 2025
158 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
RUU yang disetujui mencakup pemotongan besar terhadap program kesehatan dan bantuan pangan.
Peningkatan anggaran militer dan proyek luar angkasa menjadi fokus utama dalam RUU ini.
Kebijakan pajak yang diperpanjang akan berpengaruh langsung pada pertumbuhan ekonomi di Amerika Serikat.
Senat Amerika Serikat yang dikendalikan oleh Partai Republik telah mengesahkan sebuah paket undang-undang besar-besaran senilai 3,3 triliun dolar. RUU ini memperpanjang pemotongan pajak yang telah diberlakukan sejak 2017 dan meningkatkan pengeluaran untuk militer dan ruang angkasa. Paket ini mendukung agenda domestik Presiden Donald Trump untuk memicu pertumbuhan ekonomi dan menciptakan pekerjaan lebih banyak.
Paket undang-undang tersebut mendapat dukungan ketat dengan suara 51-50 dan keputusan akhirnya dipegang oleh Wakil Presiden AS, JD Vance. Namun, ada tiga senator Republik yang menolaknya, bersama seluruh anggota Demokrat yang menentang RUU ini. RUU ini sekarang akan kembali ke House of Representatives yang dianggap bisa menjadi tantangan untuk disahkan secara final karena potensi perpecahan di kalangan anggota Partai Republik.
Salah satu bagian utama dari RUU ini adalah peningkatan pengeluaran militer sebesar 153 miliar dolar, termasuk dana besar untuk sistem pertahanan baru, pembangunan kapal perang, dan teknologi pencegah nuklir. Selain itu, ada tambahan dana untuk eksplorasi luar angkasa, termasuk misi ke Mars dan pengelolaan program stasiun luar angkasa internasional.
Namun di sisi lain, program bantuan sosial yang sangat membantu warga miskin seperti Medicaid dan SNAP terkena pemotongan besar. Medicaid akan dikurangi hampir 930 miliar dolar dan mensyaratkan agar penerima yang sehat bekerja sebanyak 80 jam per bulan agar tetap mendapat bantuan, kecuali mereka merawat anak kecil. Program SNAP juga mengalami peraturan yang lebih ketat untuk pekerjaannya dan dipotong dana miliaran dolar.
RUU ini juga membawa kemunduran untuk energi bersih dengan menghapus berbagai kredit pajak yang sebelumnya membantu kendaraan listrik dan proyek tenaga terbarukan. Subsidi untuk angin dan tenaga surya akan dihentikan kecuali proyek sudah selesai pada akhir 2027. Selain itu ada insentif baru untuk produksi batu bara meskipun sempat mendapat penolakan dari dalam partai.

