Startup Chip AI China Galang Dana Besar Demi Lawan Tekanan AS
Bisnis
Startup dan Kewirausahaan
01 Jul 2025
37 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Perusahaan chip AI China, Moore Threads dan MetaX, sedang berusaha untuk meningkatkan permintaan lokal melalui IPO.
Sanksi AS terhadap ekspor chip canggih menciptakan peluang bagi pengembangan teknologi domestik di China.
Kemandirian dalam teknologi chip menjadi prioritas penting bagi Beijing di tengah ketegangan geopolitik.
Dua startup chip kecerdasan buatan (AI) dari China, Moore Threads dan MetaX, sedang berusaha mengumpulkan dana besar melalui penawaran umum perdana (IPO) dengan total 12 miliar yuan. Langkah ini didorong oleh pembatasan ketat Amerika Serikat terhadap ekspor chip canggih ke China yang mendorong kebutuhan produk chip lokal meningkat.
Moore Threads yang berbasis di Beijing berencana mengumpulkan 8 miliar yuan, sedangkan MetaX dari Shanghai menargetkan hampir 4 miliar yuan. Kedua perusahaan ini berencana untuk mencatatkan sahamnya di STAR Market, bursa yang fokus pada teknologi di Shanghai. Ini mencerminkan dorongan besar China untuk menjadi mandiri dalam teknologi chip canggih.
Perusahaan ini fokus pada pengembangan unit pemrosesan grafis (GPU) yang penting bagi pengembangan AI dan bersaing dengan produk Nvidia. Namun, keduanya mencatat kerugian besar selama tiga tahun terakhir karena investasi besar untuk riset dan pengembangan teknologi chip mereka.
Pembatasan dari AS sejak tahun lalu melarang ekspor chip Nvidia H20 dan mencegah perusahaan China menggunakan pabrik pembuatan chip global canggih, seperti Taiwan Semiconductor Manufacturing. Kondisi ini justru mendorong perusahaan domestik dan pelanggan lokal untuk menggunakan produk GPU buatan China agar tetap kompetitif dan mandiri.
Para ahli mengatakan dukungan dari pasar modal sangat penting agar perusahaan chip domestik dapat memperbesar produksi dan riset. Skala ekonomi yang lebih besar bisa membantu mereka meningkatkan pendapatan dan keuntungan, sehingga mendorong kemajuan teknologi chip AI China.

