Metode 3D Printing Baru Gabungkan Material Keras dan Lunak Seperti Tulang dan Kartilago
Sains
Kesehatan dan Obat-obatan
30 Jun 2025
255 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Metode pencetakan 3D baru memungkinkan penggabungan sifat keras dan lunak dalam satu objek.
Teknologi ini dapat membuka peluang baru dalam desain dan produksi, termasuk di bidang medis dan elektronik.
Pencetakan ini lebih cepat dan memiliki resolusi yang lebih baik dibandingkan dengan metode sebelumnya.
Para peneliti di University of Texas di Austin telah mengembangkan metode pencetakan 3D yang menggunakan resin khusus dan dua jenis cahaya berbeda untuk mencetak satu objek yang memiliki bagian keras dan lunak secara bersamaan. Metode ini terinspirasi dari keunikan tubuh manusia yang terdiri dari tulang keras dan kartilago yang lentur namun menyatu sempurna tanpa terlepas.
Resin cair yang mereka ciptakan bisa berubah menjadi bahan lunak seperti karet saat terkena cahaya violet, dan menjadi keras serta kuat saat terkena cahaya ultraviolet. Dengan cara ini, bagian-bagian tertentu pada objek 3D bisa memiliki fungsi yang berbeda sesuai kebutuhan, seperti bagian yang harus lentur dan bagian yang harus kokoh.
Hal paling unik adalah adanya molekul di dalam resin yang punya dua gugus reaktif, sehingga reaksi kimia pengikatan antara bagian lunak dan keras saling berinteraksi. Ini membuat sambungan antar bagian tersebut jadi sangat kuat dan bahkan bisa dibuat dengan transisi yang halus, tanpa titik lemah yang biasanya terjadi saat material berbeda bergabung.
Contoh aplikasinya termasuk pembuatan sendi lutut kecil yang memiliki tulang keras dan ligamen lunak yang bergerak bersamaan dengan mulus, serta perangkat elektronik yang dapat meregang namun tetap menjaga sirkuit tetap utuh. Keberhasilan ini mengejutkan para peneliti karena bekerja dengan baik sejak percobaan pertama kali.
Metode ini juga lebih cepat dan memiliki resolusi yang lebih baik dibanding teknik sebelumnya. Dengan printer yang terjangkau dan mudah digunakan, teknologi ini berpotensi luas untuk digunakan di rumah sakit, pendidikan, dan penelitian dalam membuat prostetik, perangkat medis fleksibel, dan elektronik lentur yang menyesuaikan dengan gerak tubuh.



