Eve Energy Buka Pabrik Baru di Malaysia untuk Perluas Bisnis Baterai EV
Teknologi
Kendaraan Listrik dan Baterai
30 Jun 2025
75 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Eve Energy berencana membangun pabrik baru di Malaysia dengan investasi besar untuk memperluas bisnisnya.
Proyek ini bertujuan untuk memenuhi permintaan global yang meningkat untuk penyimpanan energi.
Pendanaan proyek akan berasal dari penawaran saham yang direncanakan dan pinjaman dari institusi keuangan.
Eve Energy, salah satu produsen baterai kendaraan listrik terbesar di China, mengumumkan rencana pembangunan pabrik kedua di Malaysia senilai Rp 20.04 triliun (US$1,2 miliar) . Pabrik ini akan memproduksi baterai untuk sistem penyimpanan energi, yang merupakan pasar yang sedang tumbuh pesat di dunia.
Investasi ini diumumkan hanya beberapa minggu setelah perusahaan mengungkapkan rencana untuk melantai di bursa saham Hong Kong. Pendanaan pembangunan pabrik ini akan berasal dari hasil penawaran saham dan pinjaman dari berbagai institusi keuangan.
Lokasi pabrik yang dipilih adalah Kulim, di negara bagian Kedah, Malaysia, dan diperkirakan akan selesai dalam waktu dua setengah tahun. Proyek ini memerlukan persetujuan dari pemerintah China dan Malaysia sebelum dapat berjalan.
Dengan memperluas bisnis ke luar negeri, Eve Energy berharap dapat menghadapi risiko yang muncul dari ketegangan perdagangan internasional yang semakin meningkat. Perusahaan juga bertujuan memperkuat posisinya di pasar global yang semakin kompetitif.
Menurut data terbaru dari SNE Research, Eve Energy menguasai 2,7 persen pangsa pasar global baterai kendaraan listrik pada awal tahun 2025. Ekspansi ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan pangsa pasar dan memperluas kehadiran internasional perusahaan.


